Laju Covid-19 di Sragen Harus Direm, Hajatan Akan Dilarang Lagi

Kasus Covid-19 Sragen bertambah 146 orang dalam sehari pada Sabtu (12/6/2021) lalu. Penambahan kasus itu pun memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pandemi Covid-19 di Sragen.

 Dokumentasi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati  (Espos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Dokumentasi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Espos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN - Kasus Covid-19 Sragen bertambah 146 orang dalam sehari pada Sabtu (12/6/2021) lalu. Penambahan kasus itu pun memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pandemi Covid-19 di Sragen.

Meski begitu, masih banyak ditemui warga yang tak patuh terhadap protokol kesehatan. Padahal prokes dianggap menjadi langkah penting untuk menekan persebaran Covid-19 di Bumi Sukowati.

Baca Juga: Nasib Digantung Seusai Libur Lebaran, Puluhan Buruh Geruduk PT GSP Sragen

Pantauan Solopos.com, masih ditemui pengendara yang tidak memakai masker. Kemudian di Alun-alun Sasana Langen Putra yang menjadi tempat sejumlah warga nongkrong, ditemui orang yang berdekatan tanpa jarak. Bahkan ada yang tak memakai masker.

“Ya, sehari mencapai 146 orang. [Kasus] ini harus ditekan. Mulai Senin (14/6/2021) akan diberlakukan protokol kesehatan secara ketat untuk penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di Sragen,” ujar Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat dihubungi Solopos.com, Minggu (13/6/2021).

Yuni, sapaan Bupati, menyampaikan pengetatan protokol kesehatan itu merupakan instruksi bupati (Inbup) yang akan disosialiasikan mulai Senin ini. Dalam Ingub itu nanti, sebut dia, ada kebijakan pembatasan atau pelarangan hajatan, penutupan Nimas dan sentra kuliner, serta operasi yustisi oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 secara tegas.

Abai Protokol Kesehatan

Langkah-langkah itu, ujar dia, diambil karena lonjakan Covid-19 di Sragen yang tinggi dan banyaknya perilaku masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Langkah-langkah yang diambil Yuni itu selaras dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Sragen pada Sabtu sore.

“Ingub itu berlaku mulai Selasa (15/6/2021) sampai dengan dua pekan mendatang. Setelah itu dilakukan cek dahulu dengan studi epidemiologinya. Ini waktunya injak rem. Intinya sampai Sragen kembali ke zona kuning baru kami bisa longgarkan lagi injak gas. Untuk kegiatan ekonomi seperti PKL boleh asalkan sesuai protokol kesehatan dan tutup pada pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Baca Juga: Gaya Baru Gibran, Pakai Kacamata Hitam dan Kemeja Kekinian

Kabid Penegakan Peraturan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Agus Suyitno menyampaikan Satpol PP sudah membuat jadwal operasi yustisi dalam penegakkan protokol kesehatan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Misteri Palang Joglo Solo, dari Pesugihan hingga Asmara Makhluk Halus

Di bawah ini terdapat kisah misteri di persimpangan teramai di Kota Solo, Jawa Tengah, yakni Palang Joglo.

Motor dan Truk Boks Adu Banteng di Karanggede Boyolali, 1 Orang Meninggal

Peristiwa kecelakaan itu terjadi tepatnya di Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, sekitar pukul 17.30 WIB.

Bonus Ratusan Juta Rupiah Menanti Atlet Wonogiri Peraih Medali PON Papua

Pemberian bonus sebagai bentuk konkret dan komitmen pemerintah dalam memberikan nilai dukungan dan apresiasi kepada atlet berprestasi.

Polres Boyolali Bekuk 9 Tersangka Kasus Pembuatan dan Peredaran Upal

Penangkapan awal dilakukan terhadap sebagian tersangka yang berada di rumah tersangka DS di Mojosongo, Boyolali pada Minggu (12/9/2021).

Selamat! Sragen Raih Penghargaan Parahita Ekapraya dari Kemen PPPA

Piala dan piagam tersebut diserahkan kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Kamis (23/9/2021).

Kunjungi Klaten, Menko Airlangga Hartarto Tanam Padi Rajalele di Sawah

Airlangga juga berbincang dengan petani perempuan yang sedang bercocok tanam tanaman Srinuk di Sidowayah.

Polres Boyolali Tangani Kasus Peredaran Uang Palsu Senilai Rp500 Juta

Dalam penanganan kasus peredaran uang plasu tersebut pihak Polres Boyolali juga sudah melibatkan Bank Indonesia.

Pria Karanganyar Cabuli Bocah Pakai Selang Air Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara!

Polisi menyita barang bukti berupa pakaian korban, selang warna hijau sepanjang 11,2 meter dengan ujungnya logam sepanjang 10 sentimeter, dan tikar.

Jadwal Pemadaman Listrik Sragen Hari Ini, Jumat (24/9/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Sragen yang terjadi hari ini, Jumat (24/9/2021) selama tiga jam dari pukul 13.30-16.30 WIB.

Gamers Siap-Siap! Solopos Diplomat Solo Esport Arena 2021 Hadir Kembali

Solopos Diplomat Solo Esports Arena (SDSEA) akan hadir untuk kali kedua pada tahun ini dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah.

Buntut Temuan Klaster Covid-19 PTM di Jateng, Pelajar SMP Sragen akan Dites Antigen

Para pelajar SMP di Kabupaten Sragen akan dites antigen untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19 saat PTM.

Waduh! 10.197 Kartu Tani di Sukoharjo Belum Dibagikan,

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat sebanyak 10.197 keping kartu tani belum dibagikan kepada petani.

Sekolah di Karanganyar Terapkan Strategi ini untuk Cegah Klaster Covid-19 saat PTM

Sekolah di Karanganyar menerapkan sejumlah strategi untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19 saat PTM.

Beruntung Sekali! Jawab Pertanyaan Ganjar, Siswi SMP Boyolali Ini Dapat Beasiswa Kuliah

Seorang siswi SMP negeri di Kecamatan Sawit, Boyolali, mendapatkan beasiswa kuliah gratis dari akademi analis kesehatan di Cirebon.

Wali Kota Gibran, Rilis 91 Cagar Budaya Di Solo Destination

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meluncurkan Inovasi Teman Gardagita melalui aplikasi Solo Destinationo.