Lahan kering di Wonogiri capai 81.898 ha

Wonogiri (Espos)--Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri memprediksi hasil panen palawija di lahan kering seluas 81.898 ha tidak maksimal, karena faktor musim yang tidak menentu.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Sri Jarwadi melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Slamet Sardjito, kendati telah memasuki musim kemarau tetapi curah hujan masih tinggi. Sehingga, sambung dia, belum ada laporan mengenai lahan yang kekeringan yang mengakibatkan puso.

"Hingga saat ini belum ada laporan masuk mengenai lahan yang kekeringan karena kekurangan air. Meskipun memasuki musim kemarau namun curah hujan masih tinggi,” jelasnya ketika dijumpai Espos, Jumat (31/5), di ruang kerjanya.

Dia mengatakan, keadaan tersebut membingungkan petani yang memiliki lahan kering, karena memasuki musim tanam palawija. Menurutnya, tanaman palawija lebih sedikit membutuhkan air dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya. “Bahkan untuk tanaman jenis sorgum, air yang dibutuhkan sangat minim. Jenis tanaman inilah yang diajurkan ketika musim kemarau tiba,” papar dia.

Untuk memasuki musim kemarau, tambah dia, perlu dipersiapkan dan dioptimalkan system irigasi. Dia mengatakan, sumber air yang berasal dari bawah tanah maupun saluran sungai dapat digunakan secara efisien. Selain itu, jenis tanaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan air yang tersedia.

“Perlu dipersiapkan pompa air bawah maupun permukaan tanah untuk mengantisipasi musim kemarau,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Kasi Produksi Tanaman Pangan, Samsu Zaman, pergantian musim yang sulit diprediksi mengakibatkan tumbuhan palawija pada masa tanam mengalami kendala. Dia memprediksi hasil panen palawija pada konsidi musim tidak menentu seperti ini menjadikan hasil panen tidak maksimal.
m73



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom