Puing-puing bangunan rumah yang dirobohkan karena terdampak pembebasan lahan exit tol di Dukuh/Desa/Kecamatan Sambungmacan RT 010, Sragen, Sabtu (11/1/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah telah membayar ganti untung pembebasan lahan yang terkena proyek pembangunan pintu keluar (exit) tol di Sambungmacan, Sragen.

Sejumlah warga yang lahannya terdampak mendapat ganti untung dengan nilai fantastis. Bahkan ada warga mendapat hingga Rp4 miliar.

Belasan rumah di wilayah Dukuh/Desa Sambungmacan, Sragen, yang terkena proyek exit tol itu sudah dirobohkan pemiliknya pada Desember 2019 lalu.

Puing-puing reruntuhan bangunan rumah itu masih terlihat dari Jalan Sragen-Ngawi saat Solopos.com menyambangi lokasi itu, Sabtu (11/1/2020).

Kepala Dishub Klaten yang Meninggal Saat Bersepeda Pencinta Downhill

Namun masih ada beberapa rumah yang masih berdiri meskipun rumah itu sudah kosong.

Rumah-rumah tersebut terletak di lingkungan RT 010.

Doa Agar Anak Tak Diganggu Makhluk Halus

Pembangunan exit tol itu tak hanya melewati wilayah Desa Sambungmacan tetapi juga wilayah Desa Toyogo dan Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan.

Warga mendapat ganti untung atas lahan yang dibebaskan pemerintah itu mulai Rp56,8 jutaan-Rp4,68 miliar per rumah/pekarangan.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

Ketua Bidang Pembangunan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambungmacan, Sriyanto, mencatat ada 23 bidang tanah yang terdampak pembangunan exit tol Sambungmacan.

Puluhan bidang tanah itu berupa tanah pekarangan dengan rumahnya dan tanah persawahan.

Kisah Kelam PSK: Melayani Saat Mens

Rumah milik orang tua Sriyanto, Masduki, 62, ikut terdampak pembangunan exit tol tersebut.

Luasnya 780 meter persegi plus tanah sawah seluas 800 meter persegi.

Tak Berjilbab, Siswi SMAN 1 Gemolong Sragen Diintimidasi Pengurus Rohis

“Total ganti untungnya senilai Rp4 miliaran. Yang paling banyak Paklik saya yang menerima ganti untung sampai Rp4,68 miliar untuk tanah pekarangan seluas 1.266 meter persegi,” ujar Yanto, sapaan akrabnya.

Siswi SMP di Solo Dikeluarkan dari Sekolah Gara-gara Chatting dengan Lawan Jenis

Yanto mengungkapkan orang tuanya, Masduki, kini sudah mulai membangun rumah di lingkungan RT 008 di lahan seluas 300 meter persegi yang dibeli dengan harga Rp300 jutaan.

Sisa uang ganti untung itu digunakan untuk membeli sawah.

Misteri Palang Sepur Purwosari Solo: Penampakan Siluman Ular hingga Rintihan Minta Tolong

“Jadi warga yang terkena dampak exit tol itu seperti ketiban wahyu alias beja. Hasil ganti untungnya bisa untuk beli tanah dan membangun rumah lagi masih sisa,” ujarnya.

Kecelakaan Saat Pulang dari Aksi Tanam Pohon di Karanganyar, Gadis 14 Tahun Meninggal

Driver Ojol Tolak Ajakan Mantap-Mantap Pelanggan, Alasannya Bikin Terenyuh

Selain tanah warga, Yanto menyebut ada tanah kas desa seluas 3.000 meter persegi yang juga terdampak mendapat ganti untung Rp3 miliaran.

Dana itu untuk membeli tanah kas pengganti dan mendapat 10.000 meter persegi.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Yanto mengungkapkan peluang ganti untung itu sempat dimainkan para spekulan tanah untuk membeli tanah warga yang diprediksi terkena dampak exit tol agar mendapatkan untung saat pembebasan lahan.

Beli Rumah? Ajukan KPR Online di Sini, Gampang Banget!

“Lokasi pintu masuk exit tol dari jalan Sragen-Ngawi ini sudah berpindah empat kali dan di Sambungmacan inilah merupakan alternatif kelima yang kemudian dieksekusi. Awalnya di Banaran, Toyogo, Tunjungan, dan sekitar Jembatan Timbang Toyogo, dan akhirnya di Dukuh Sambungmacan ini,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten