Tutup Iklan
Ilustrasi kebakaran. (Antara-Teguh Jatmiko)

Solopos.com, KLATEN -- Warga Klaten diminta berhati-hati saat membakar sampah atau daun kering saat musim kemarau seperti sekarang ini. Bahkan warga diminta menunggui hingga proses -mudik-tempat-produksi-tahu-di-klaten-terbakar" title="Ditinggal Mudik, Tempat Produksi Tahu di Klaten Terbakar">pembakaran sampah selesai dan memastikan apinya padam.

Imbauan itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten, Sumino, menyusul kejadian kebakaran di lahan jati milik petani di Kaligawe, Pedan, Klaten, Rabu (21/8/2019) malam.

"Di sini kami mengimbau ke warga yang membakar sampah atau daun kering lebih baik ditunggui. Jika melihat kobaran api membesar, segera laporkan ke petugas Damkar Klaten,” kata Sumino kepada solopos.com, Kamis (22/8/2019). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, tak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran di lahan jati tersebut. Musibah bermula saat seseorang -warga-polanharjo-klaten-terbakar-saat-ditinggal-salat-malam" title="Dapur Warga Polanharjo Klaten Terbakar Saat Ditinggal Salat Malam">membakar daun jati kering di sekitar lokasi.

Lantaran angin berembus kencang di lokasi kejadian, kobaran api merembet sangat cepat. Melihat hal itu, warga dan sukarelawan langsung memadamkan api dengan cara manual, yakni menggunakan ranting pohon dan alat sederhana lainnya.

“Yang terbakar itu lahan yang ditanami tanaman jati. Luasannya sekitar 100 meter persegi. Api langsung dapat -pos-polisi-pakis-klaten-terbakar-warga-lihat-4-orang-sulut-api" title="Eks Pos Polisi Pakis Klaten Terbakar, Warga Lihat 4 Orang Sulut Api">dipadamkan. Pemilik lahan itu ada beberapa orang, Sugiyo cs. Yang jelas kebakaran di lahan itu tak mengganggu akses warga," ungkap Sumino.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten