Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

 Unggahan kuliner rating rendah di Soloraya. (Instagram/@jelajahsolo)

SOLOPOS.COM - Unggahan kuliner rating rendah di Soloraya. (Instagram/@jelajahsolo)

Solopos.com, SOLO — Baru-baru ini viral unggahan foto di Instagram mengenai kuliner rating rendah di salah satu wilayah di Soloraya, Jawa Tengah.

Foto yang diunggah pengelola akun Instagram @jelajahsolo, memperlihatkan review netizen di Google di salah satu warung makan yang menyajikan menu tengkleng di Soloraya.

Netizen mengeluh harga tengkleng di warung ini harganya selangit dan juga tempatnya yang kotor. Namun, dalam unggahan tersebut, pengelola akun Instagram @jelajahsolo tak menyebutkan nama warungnya.

Baca Juga:  Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

“Ngeri salah siji warung ning Soloraya ngrenteng bad review. Komplain masalah, harga, rasa, penyajian kemproh dll. Enek gunane juga Google Review ngene iki. Yen jajan dadi luwih ngati-ati. Ngapunten, aku ora wani spill nama warunge ya. Soale memang ga mau mbahas warunge. Saya cuma pesen kalo mau jajan bisa nyoba cek ricek google review dulu,” ujar pengelola akun Instagram @jelajahsolo mengenai kuliner rating rendah di Soloraya.

Berikut ini beberapa review pengunjung warung makan tersebut di Google yang mayoritas memberikan bintang satu dan komentar sadis.

Baca Juga:  Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

“Ternyata korbannya sudah banyak. Hati-hati lur kalau mau masuk warung ini. Spanduk tipu-tipu harus ditindak itu,” ungkap pemberi review di Google.

“Tolong ini ditindak barusan saya makan di sini 2 porsi 2 teh harganya Rp120.000 tidak wajar sekali untuk tempat pinggiran dengan tingkat makanan yang enggak enak sama sekali. Ditambah tempat kotor ibunya cerewet, mbah-mbah padahal yang jualan,” tulis pengisi Google Review lainnya dengan memberikan bintang 1.

“Sangat mengecewakan rasa tidak ada, penyajian menurut saya kemproh, 3 teh 3 nasi Rp200.000,” tambah warganet satu lagi di Google Review.

Baca Juga: Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

Ternyata bukan kali ini saja ditemukan kuliner rating rendah di Soloraya. Di Youtube sendiri, beredar video yang mengulas beberapa kuliner di Solo dan sekitarnya yang memiliki rating rendah.

Video tersebut tayang di Youtube Madhang Jon. Di kanal Youtube tersebut, ada dua kuliner yang pernah diulas karena mendapatkan kuliner rating rendah di Solo, salah satunya nasi liwet dan gudeg, hingga makanan khas Korea Selatan.

Baca Juga: Mitos Larangan Menikah Anak Pertama dengan Ketiga, Ada yang Percaya?

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Hall di Pedaringan Solo Sempat Ditawarkan ke Investor Senilai Rp124,5 M

Gedung Solo Convention - Exhibition Hall berkapasitas sampai 15.000 orang yang akan dibangun di Pedaringan, Jebres, pernah ditawarkan lewat ajang Solo Investment Forum senilai Rp124,5 miliar.

KSP Sejahtera Bersama, Bagi Hasil 10% hingga Raih Penghargaan Presiden

KSP Sejahtera Bersama Klaten menggaet ribuan nasabah dengan menawarkan sistem bagi hasil yang menggiurkan, hingga 10 persen.

Geruduk KSP Sejahtera Bersama Klaten Lagi, Nasabah Ancam Lapor Polisi

Nasabah akan menempuh jalur hukum setelah dana yang mereka simpan di KSP Sejahtera Bersama Klaten tak kunjung cair.

Penyebab Truk Ngglondor Hantam Kontainer di Tanjakan Keboan Boyolali

Evakuasi truk yang terlibat kecelakaan sempat mengalami kendala karena barang bawaan truk tronton tidak mudah dievakuasi dan terkendala cuaca.

Komunitas Isuzu Panther Soloraya Jadi Duta Wisata Karanganyar

Komunitas Isuzu Panther Soloraya menjadi duta wisata yang membantu mempromosikan tempat-tempat pariwisata Karanganyar.

Atit Novitasari Berpulang, Klaten Kehilangan 16 Kades Aktif

Sebelum kades Glagahwangi, Atit Novitasari, meninggal dunia, jumlah kades aktif yang meninggal dunia telah mencapai 15 orang.

Gibran Dilaporkan ke KPK, Legislator DPRD Solo: Laporkan Balik

Wakil Ketua DPRD Solo Taufiqurrahman menilai perlu untuk Gibran dan Kaesang yang telah dilaporkan ke KPK untuk melaporkan balik si pelapor.

Sampah Kayu di Kali Buntung Sukoharjo Bersih Usai Dikeruk Alat Berat

Proses pengerukan sampah kayu di Jembatan Cendini selama sekitar tiga jam dan akhirnya aliran air Kali Buntung kembali lancar.

Kabar Duka, Kades Glagahwangi Klaten Berpulang pada Usia 41 Tahun

Kades Glagahwangi, Polanharjo, Klaten, Atit Novitasari, meninggal dunia di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (18/1/2022) pukul 09.00 WIB.

Soal Bank Sampah di Tiap RW untuk Papi Sarimah, DLH Solo: Dikaji Dulu!

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Solo menyatakan perlu dikaji dulu soal usulan satu bank sampah di tiap RW untuk mendukung program Papi Sarimah.

Ketimpangan Pengeluaran dan Pengaruh Buta Huruf Terhadap Kemiskinan

Angka ketimpangan pengeluaran dan rasio angka buta huruf dan pengaruhnya terhadap kemiskinan.

Ternyata Ada Jembatan Amien Rais di Klaten, Ini Lokasinya

Jembatan itu kerap disebut dengan nama Jembatan Amien Rais lantaran pengecoran jembatan dilakukan warga memanfaatkan gelontoran bantuan dari tim Amien Rais kala menjadi capres pada Pilpres 2004.

Overpass DI Pandjaitan Diharap Kelar Sebelum Rel Layang Joglo Dimulai

Dishub Solo berharap pengerjaan peninggian overpass di Jl DI Pandjaitan, Ngemplak, Banjarsari, bisa selesai sebelum rel layang Joglo dan perbaikan viaduk Gilingan dimulai.

Kejari Karanganyar Tuntut 2 Pelaku Kekerasan Seksual Bayar Ganti Rugi

Kejari Karanganyar tahun ini menuntut dua terdakwa kasus kekerasan seksual dengan membayar ganti rugi (restitusi) kepada korban selain menuntut hukuman penjara dan denda.

Jembatan Kereta Zaman Belanda di Klaten Kini Jadi Penghubung 2 Desa

Jembatan penghubung antara Desa Mranggen dengan Desa Blimbing merupakan bekas jalur kereta pengangkut tebu pada era kolonial Belanda.