Tutup Iklan
Lagi Ronda, Warga Kaget Temukan Mayat di Persawahan Kwaren Klaten
Petugas mengecek penemuan mayat di Kwaren, Ngawen, Klaten, Jumat (10/7/2020) dini hari. ( Istimewa/Dokumentasi Polsek Klaten Utara)

Solopos.com, KLATEN -- Tiga warga Gergunung, Klaten Utara, Klaten, menemukan sesosok mayat di persawahan di sebelah utara Kwaren, Ngawen, Jumat (10/7/2020), sekitar pukul 01.30 WIB.

Aparat keamanan beserta tim medis yang memperoleh informasi penemuan mayat di Kwaren Ngawen Klaten itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa penemuan mayat di persawahan itu bermula saat tiga warga Gergunung melaksanakan ronda malam.

Gunung Merapi Menggembung, 26 Desa Penyangga di Klaten Siap Dioptimalkan

Warga Gergunung yang melakukan ronda malam itu yakni Suryanto, 45; Haryanto 54; Jumeri, 50.

Di tengah melakukan ronda kampung, ketiga warga tersebut melihat sepeda motor Suzuki Smash diparkir di pinggir jalan di kawasan persawahan.

Merasa curiga, ketiganya mencari pemilik sepeda motor hingga ke persawahan. Tak disangka, ketiga warga itu menemukan orang yang sudah meninggal dunia di persawahan.

PDP Covid-19 Asal Prambanan Klaten Meninggal, Hasil Swab Positif

Jarak penemuan orang yang meninggal dunia dengan sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan mencapai 50 meter. Saat ditemukan, orang yang sudah meninggal dunia itu dalam keadaan tidur miring.

Selanjutnya, salah seorang saksi melaporkan hal itu ke Polsek Klaten Utara.

Sakit Perut

Belakangan diketahui, orang yang meninggal dunia itu adalah Sumiyanto, 50, warga Mayungan, Ngawen. Sebelum meninggal dunia, laki-laki itu memiliki riwayat sakit perut alias kembung namun tak segera berobat.

"TKP persisnya berada di sebelah utara Dukuh Kwaren, Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen. Informasi dari istri korban, memang pernah merasakan sakit kembung. Saat dicek tim medis, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Kapolsek Klaten Utara, AKP Sugeng Handoko, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, kepada Solopos.com, Jumat (10/7/2020).

Warga Desak Makam Sunan Pandanaran Bayat Klaten Dibuka Lagi

Dia menambahkan pihak keluarga pun menerima kejadian itu dan telah membuat surat pernyataan menolak autopsi terhadap jenazah.

"Petugas yang datang ke lokasi kejadian [aparat polisi] mengenakan APD lengkap," jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho