Tutup Iklan

Lagi, Polres Sragen Tangkap Pengedar Narkoba

Lagi, Polres Sragen Tangkap Pengedar Narkoba

SOLOPOS.COM - ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra)

Jajaran Polres Sragen menangkap seorang pengedar narkoba dengan barang bukti 0,5 gram sabu-sabu.

Solopos.com, SRAGEN — Jajaran Reserse Narkoba Polres Sragen kembali menangkap seorang pengedar narkoba, Kamis (13/10/2016) pagi. Joko Hartono, 41, warga Kampung Sidomulyo, RT 049/RW 014, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen, diringkus polisi saat berada di jalan kampung setempat sekitar pukul 09.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Mapolres Sragen, penangkapan Joko Hartono bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui dia baru saja bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Setelah diintai, gerak-gerik Joko Hartono terlihat mencurigakan. Polisi kemudian menguntit dan menangkap Joko Hartono di jalan Kampung Sidomulyo RT 055/RW 014.

“Saat digeledah, polisi mendapati barang bukti berupa serbuk kristal yang dicurigai sebagai SS seberat 0,5 gram di dalam plastik bening,” kata Kasubag Humas Polres Sragen AKP Saptiwi mewakili Kasatnarkoba Polres Sragen AKP Joko Purnomo.

Tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Dia diancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Pekan lalu, dua warga Dusun Butuh, RT 032, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Nanang Tri Sarjono, 33, dan Supriyanto alias Lohan, 23, diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen. Keduanya ditangkap beberapa saat setelah bertransaksi SS di Terminal Tirtonadi Solo.

Polisi menemukan barang bukti berupa SS seberat 1 gram yang terbagi dalam empat plastik bening siap edar. Penangkapan pengedar narkoba mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Bila sebelumnya polisi bisa meringkus 4-5 pengedar per bulan, dalam beberapa bulan terakhir mereka hanya bisa menangkap 1-2 pengedar. Polisi tidak bisa memastikan apakah ini ada hubungannya dengan pemindahan sejumlah napi narkoba dari LP Sragen ke LP lain atau tidak.

Berita Terkait

Berita Terkini

Work From Bali Pulihkan Ekonomi atau Perparah Pandemi?

Program work from Bali atau WFB yang dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi menjadi kambing hitam peningkatan kasus Covid-19.

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.