Lagi Memanen Padi, Buruh Tani di Sragen Tersambar Petir hingga Meninggal
Ilustrasi petir (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN -- Suhardi, 47, buruh tani warga Dukuh Sigit RT 011, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, meninggal dunia setelah tersambar petir saat memanen padi, Selasa (2/3/2021) siang.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, kisah tragis warga tersambar petir itu bermula ketika korban bersama rekan-rekannya bekerja memanen padi di area persawahan di Dukuh Kedungdowo, Hadiluweh, Sumberlawang, Sragen.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tiba-tiba hujan melanda wilayah setempat. Karena pekerjaan belum selesai, para buruh tani itu tetap melaksanakan tugasnya.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Erupsi Merapi Masih Berlaku di Klaten, Sampai Kapan?

Saat korban tengah membawa tanaman padi yang ingin dirontokkan dengan mesin perontok pagi, tiba-tiba datang petir. Saat itu korban tepat berada di tengah sawah seorang diri.

"Teman-temannya sempat memberi pertolongan. Namun, korban mengembuskan napas terakhirnya," papar Sardi, warga Kedungdowo, Hadiluweh, Sragen, Rabu (3/3/2021).

Kaus Hijau

Kasubag Humas Polres Sragen, Iptu Suwarso, menjelaskan saat bekerja korban mengenakan kaus lengan panjang warna hijau. Teman-teman korban sempat membawanya ke rumah warga terdekat.

Baca juga: Sudah 3.586 Warga Karanganyar Terima Vaksin Covid-19 di Tahap II

Namun, nyawa korban tidak tertolong beberapa saat kemudian. Oleh warga setempat, kejadian itu dilaporkan ke kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Sumberlawang.

"Korban mengalami luka bakar pada bagian kepala, dada, perut dan punggung. Hidung korban mengeluarkan darah. Keluarga korban sudah menerima kematian korban akibat tersambar petir. Mereka sudah membuat surat pernyataan," papar Iptu Suwarso.

Baca juga: Zona Integritas, Tekad Grup 2 Kopassus Raih Predikat WBK



Berita Terkini Lainnya








Kolom