Lagi Jatuh Cinta, Ini Pesona Cantik AKP Rita Yuliana

Inilah profil AKP Rita Yuliana yang memiliki sejuta pesona.

 AKP Rita Yuliana. (Instagram/@ritasorchayuliana)

SOLOPOS.COM - AKP Rita Yuliana. (Instagram/@ritasorchayuliana)

Solopos.com, SOLO — Sosok polwan cantik bernama AKP Rita Yuliana memiliki sejuta pesona.

Nama wanita muda ini sempat dikaitkan dengan kasus pembunuhan Brigadir J, ajudan mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pesona kecantikan AKP Rita Yuliana sering dibagikan melalui akun Intagram pribadinya @ritasorchayuliana. Unggahan terbarunya menunjukkan dirinya yang sedang jatuh cinta.

Foto yang diunggah, Minggu (7/8/2022), itu memperlihatkan Rita yang berpose bersama anjing mungil dengan latar belakang pegunungan.

“Falling in love,” tulisnya melalui keterangan foto yang cukup banyak dikomentari warganet.

Baca juga : Mahfud MD: Ada 3 Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Bisa Bertambah!

Profil AKP Rita Yuliana

Lantas, siapakah sosok polwan cantik AKP Rita Yuliana?

Dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (20/7/2022), Rita adalah polisi kelahiran Selong, Lombok Timur, NTB, 1 Juli 1992.

Pemilik nama lengkap Rita Sorcha Yuliana yang memiliki banyak prestasi ini merupakan alumnus Akpol tahun 2013.

Setelah lulus, polwan cantik AKP Rita Yuliana ditempatkan di Polda DIY. Dia bertugas pada Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Gunungkidul.

Baca juga : Bharada E Tulis Surat untuk Keluarga Brigadir J, Isinya Menyentuh!

Selanjutnya dia berpindah tugas ke Lombok Timur hingga menjabat sebagai Kasatlantas Polres Lombok Timur.

Sebelumnya dia pernah bertugas di Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB dan berhasil mengungkapkan kasus striptis Metzo di kawasan pariwisata Sengigi.

Saat ini AKP Rita Yuliana yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara itu bertugas di Polda Metro Jaya. Dia berpindah ke sana pada 24 Desember 2021. Saat ini AKP Rita menjabat sebagai Panit Subdit I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lemkapi: Intelijen Kecolongan, Propam Audit Investigasi Tragedi Kanjuruhan

      Lemkapi meminta Div Propam Polri untuk melakukan audit investigasi pengamanan tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

      Tragedi Kanjuruhan: Polri Kirim Tim DVI & Dokter RS Bhayangkara ke Malang

      Kapolri memberangkatkan Tim DVI Mabes Polri dan dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya ke Malang guna mempercepat identifikasi korban dan pelayanan kesehatan kepada korban luka.

      Gas Air Mata, Penyebab Tragedi Stadion Nasional Peru, Kini Kanjuruhan

      Tragedi penembakan gas air mata yang menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), pernah terjadi di Lima, Peru yang mengakibatkan 328 orang tewas.

      Kompolnas akan Supervisi dan Evaluasi Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang

      Kompolnas akan melakukan supervisi dan evaluasi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur mulai dari persiapan pertandingan, antisipasi, dan pengamanan pertandingan sepak bola.

      Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan

      Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md. memberikan pembelaan atas tindakan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan suporter yang beringas.

      2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan profil Abdul Harris Nasution Jenderal TNI yang selamat dari peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.