Lagi, Api Hanguskan 5 Hektare Hutan di Wonogiri

Kebakaran hutan kembali terjadi di Wonogiri. Kali ini api menghanguskan hutan seluas 5 hektare di Gunung Purik, Dusun Dung Bandung, Desa Gemawang, Ngadirojo, Selasa (20/8/2019) siang. 

Lagi, Api Hanguskan 5 Hektare Hutan di Wonogiri

SOLOPOS.COM - Asap terlihat di Gunung Purik, Dusun Dung Bandung, Desa Gemawang, Ngadirojo, yang terbakar, Selasa (20/8/2019). (Istimewa/Agus Hendradi)

Solopos.com, WONOGIRI — Kebakaran hutan kembali terjadi di Wonogiri. Kali ini api menghanguskan hutan seluas 5 hektare di Gunung Purik, Dusun Dung Bandung, Desa Gemawang, Ngadirojo, Selasa (20/8/2019) siang. 

Lokasi hutan yang terjal membuat warga kesulitan memadamkan api. Informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran hutan Gunung Purik itu diketahui warga sekitar pukul 13.00 WIB. 

Hutan yang terbakar itu merupakan kawasan milik Perhutani. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari permukiman warga. 

“Kondisi lahannya miring sekitar 45-60 derajat mempersulit pemadaman api. Saya juga melarang warga mendekat karena khawatir membahayakan jiwanya jika ada pohon tumbang akibat terbakar dan lainnya,” kata Camat Ngadirojo, Agus Hendradi, saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Agus mengaku belum mengetahui secara pasti apa penyebab kebakaran hutan itu. Kondisi pepohonan di hutan meranggas karena musim kemarau. Di hutan itu ada sejumlah saluran air besar-besar yang membuat kebakaran tidak akan meluas ke permukiman. 

“Api tidak akan melewati saluran itu. Lokasinya juga cukup jauh dari permukiman,” ujar dia. 

Kebakaran hutan kerap kali terjadi di Wonogiri dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, kebakaran menghanguskan hutan di sembilan bukit di kawasan Selogiri. Setelah itu, api juga membakar hutan di kawasan Eromoko.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.

Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

Kelabui Petugas, Seorang Napi Lapas Madiun Kabur

Seorang narapidana atau napi Lapas Klas I Madiun bernama Peprianto kabur dari penjara dengan cara pura-pura ke kamar kecil untuk kencing.