Lagi, 7 Nakes RSUD dr Soedono Madiun Terkonfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi tenaga kesehatan yang menjadi salah satu klaster Covid-19 (Reuters)

Solopos.com, MADIUN -- Sebanyak tujuh orang nakes RSUD dr Soedono, Madiun, terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (30/9/2020). Mereka ini merupakan kontak erat pasien positif Covid-19 sebelumnya dan juga kontak erat rekan kerjanya yang sebelumnya juga terpapar virus ini.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, Subakri, mengatakan ada tambahan sembilan pasien Covid-19 pada Rabu ini. Tujuh pasien di antaranya merupakan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Madiun. Sedangkan satu pasien merupakan anggota keluarga nakes yang terpapar dan satu pasien lainnya merupakan nenek-nenek dari Kelurahan Taman, Kecamatan Taman.

Untuk pasien kasus nomor 126 dan 127 yaitu perempuan berusia 48 tahun dan 33 tahun. Pasien nomor 126 merupakan warga Kelurhaan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo dan pasien nomor 127 merupakan warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman.

“Keduanya merupakan tenaga kesehatan di salah satu RS rujukan Covid-19,” kata dia.

49 Orang Jalani Swab Test Covid-19 di Karanganyar, Di Antaranya Nakes

Kedua pasien ini merupakan kontak erat salah satu pasien yang belakangan baru diketahui positif Covid-19 dan akhirnya meninggal dunia. Pihak rumah sakit kemudian melakukan tes swab kepada seluruh petugas yang berkontak erat dengan pasien tersebut.

Dua nakes berinisial ES dan SS ini telah menjalani isolasi mandiri sejak pasien tersebut diketahui positif Covid-19.

Kasus nomor 128 yaitu seorang nakes perempuan berusia 39 tahun. Nakes berinisial EM ini merupakan warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman. Nakes ini merupakan kontak erat dari rekan kerjanya di RSUD dr. Soedono yang sebelumnya telah terpapar Covid-19.

“Nakes ini merupakan kontak erat kasus nomor 102. Hasil swab pertama pasien ini dinyatakan negatif. Namun untuk hasil swab kedua dinyatak terkonfirmasi positif,” kata dia.

Kasus nomor 129 yaitu seorang perempuan berusia 24 tahun dari Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman. Nakes RSUD dr. Soedono ini merupakan kontak erat dari kasus 115 yang juga seorang nakes di rumah sakit tersebut. “Nakes ini diuji swab sebagai runtutan kontak nomor 115 dan juga kontak kasus nomor 102,” ujar Bakri.

Hasil tes swab pertama keluar dengan hasil negatif. Sedangkan hasil swab kedua hasilnya keluar positif. Dari hasil tracing, nakes ini sempat melakukan perjalanan keluar kota yakni di Trenggalek pada pertengahan bulan ini.

Kasus nomor 130 juga seorang nakes dari Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo. Perempuan berusia 35 tahun ini merupakan kontak erat kasus nomor 114 yang juga nakes di RSUD dr. Soedono.

Seperti pasien sebelumnya, pada saat uji swab pertama hasilnya negatif. Kemudian pada uji usap kedua dinyatakn positif. Hasil tracing menyebutkan nakes ini sempat perjalanan ke Solo bersama kasus nomor 114 pada pertengahan bulan ini.

Kasus nomor 131 yaitu seorang laki-laki berusia 39 tahun dari Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo. Tenaga kesehatan RSUD dr. Soedono ini melakukan uji usap sebagai persyaratan perjalanan ke Surabaya dengan mengendarai kendaraan umum. Hasil swab pertama dinyatakan negatif. Sepekan setelah itu, nakes ini menjalani uji usap kedua dengan hasil positif.

Orang Tua dan Anak

Kasus nomor 132 dan 133 merupakan warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman. Pasien nomor 132 merupakan laki-laki berusia 47 tahun dan merupakan nakes di RSUD dr Soedono. Sedangkan pasien nomor 133 merupakan perempuan usia 15 tahun yang merupakan anak dari pasien nomor 132.

Beberapa hari sebelumnya, pasien nomor 132 sempat mengeluh kehilangan indera penciuman. Sehingga harus menjalani uji usap. Hasilnya ternyata konfirmasi positif. “Empat orang kontak erat pasien ini langsung dilakukan swab. Ada satu yang positif yaitu pasien nomor 133 dan kontak lainnya hasilnya negatif,” jelasnya.

Harga Telur Anjlok Dampak PSBB Jakarta, Peternak Klaten Rugi Besar

Dengan adanya tambahan pasien Covid-19 tersebut, akumulasi kasus di Kota Madiun mencapai 134 orang. Dengan pasien sembuh ada 99 orang dan meninggal dunia enam orang. Sedangkan 29 pasien masih menjalani isolasi.

Sampai berita ini diturunkan, Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, Bangun Trapsila Purwaka, belum membalas pesan yang dikirimkan Madiunpos.com. Sebagai catatan, RSUD dr. Soedono merupakan satu-satunya rumah sakit di Kota Madiun yang menjadi rujukan kasus Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom