Lagi! 2 Tenaga Kesehatan Puskesmas Solo Positif Covid-19, Warga Diminta Jujur
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Lagi-lagi, dua aparatur sipil negara yang bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) puskesmas di Kota Solo dinyatakan positif tertular virus corona Covid-19. Penambahan kasus ini menimbulkan kekhawatiran soal kejujuran para pasien yang berisiko menularkan virus ke tenaga medis.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo mengatakan penambahan tersebut berasal dari tracing 6 nakes yang terkonfirmasi positif pekan ini. Ketua Pelaksana Gugus Tugas, Ahyani, mengatakan salah seorang nakes berdomisili di Solo. Sedangkan seorang lainnya tinggal di Sukoharjo.

Helikopter TNI AD Terbang Rendah di Tol Semarang Sebelum Jatuh di Kendal

“Satu nakes tinggal di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, satunya di Sukoharjo. Sehingga hanya menambah satu orang untuk pasien terkonfirmasi positif Corona di Solo, menjadi 37 orang. Dengan perincian 11 dirawat, 22 sembuh, dan empat meninggal dunia,” kata dia, kepada Solopos.com, Sabtu (6/6/2020).

Khusus untuk tenaga kesehatan di Solo, total yang positif tertular Covid-19 mencapai delapan orang. Perinciannya, lima nakes dari dua puskesmas, serta tiga nakes dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno. Dari delapan nakes tersebut, tiga di antaranya berdomisili di Solo.

Video Helikopter Mi17 TNI AD Jatuh di Kendal, 3 Tewas

Keluarga ke-8 nakes itu kini menjalani karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil uji swab. “Keluarga nakes yang Solo, tinggal di Kelurahan Pucangsawit, Serengan, dan Mojosongo. Lingkungan sekitar sudah paham dan menjalani protokol kesehatan,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Solo itu.

Kejujuran Pasien

Penambahan kasus, sambungnya, menjadi konsekuensi rapid test dan uji swab massal yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam sebulan terakhir. Dengan penemuan kasus baru, pihaknya bisa lebih cepat memotong rantai persebaran virus SARS CoV-2.

Helikopter TNI AD Jatuh di Kawasan Industri Kendal

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, mengakui sulitnya mendeteksi sumber penularan tenaga kesehatan di puskesmas yang positif Covid-19. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, warga dengan penyakit ringan jamak yang berkonsultasi di sana.

Ketidakjujuran menceritakan riwayat bepergian maupun gejala yang dialami membuat deteksi dini Covid-19 di Solo sulit dilakukan.

1 Keluarga di Jember Positif Covid-19, Tetangga Ikut Tertular

“Sebenarnya saat bertugas di Puskesmas pun, nakes tetap dibekali APD lengkap. Mereka juga bertugas melakukan tracing, ada pula yang bertugas mengambil rapid test. Kami masih belum bisa mendeteksi dari mana penularannya, yang penting rantainya bisa diputus,” ucap Ning, sapaan akrabnya.

Uji Swab 100 Nakes

Dia berharap kasus positif Covid-19 di kalangan tenaga kesehatan di Solo tak lagi bertambah. Ini mengingat belum seluruh hasil uji swab pada seratusan nakes sudah keluar pada Sabtu ini.

Kumpulan Pesepeda di Depan Balai Kota Solo Dibubarkan

Layanan pada empat puskesmas pembantu (Pustu) yakni Mojosongo I, Mojosongo II, Semanggi I dan Semanggi II masih belum normal. Sedangkan satu puskesmas induk, sebagian layanan belum aktif.

“Pelayanan persalinan di Puskesmas Sibela, Mojosongo masih belum bisa karena tenaganya yang tidak ada. Kemarin sudah kami minta ke puskesmas induk lain,” kata dia.

Istilah ODP-PDP Cuma di Indonesia, Tanda Kapasitas Tes Covid-19 Rendah

Dengan tambahan dua tenaga kesehatan puskesmas itu, jumlah kumultif kasus positif Covid-19 di Solo kini mencapai 37 orang. Dari jumlah itu 22 orang telah sembuh, 4 meninggal dunia, dan 11 lainnya dalam perawatan.

Data kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) hingga Sabtu, berjumlah 212 orang, 12 dirawat inap, 168 sembuh, dan 32 meninggal dunia. PDP meninggal pada Sabtu berasal dari Kelurahan Mojosongo. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 628 orang, tiga rawat inap, 31 rawat jalan, 36 dalam pemantauan, dan sisanya selesai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho