Asisten pelatih Persis Solo, Choirul Huda atau Cak Irul, di Mes Persis Solo, Selasa (22/10/2019). (Solopos-Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO -- Asisten Pelatih Persis Solo, Choirul Huda, mendapat tiga buah jahitan di pelipis kirinya akibat pemukulan yang menimpanya dalam laga PSIM melawan Persis di Stadion Mandala Krida, Jogja, Senin (21/10/2019).

Saat ini kondisi Choirul Huda sudah stabil setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Pelatih yang akrab disapa Cak Irul itu langsung dibawa ke RS JIH Solo begitu awak Persis Solo tiba di Kota Bengawan, Selasa (22/10/2019) dini hari WIB.

Choirul Huda atau Cak Irul saat dirawat di RS JIH Solo, Selasa (22/10/2019) dini hari. (Istimewa/Persis Solo)
Choirul Huda atau Cak Irul saat dirawat di RS JIH Solo, Selasa (22/10/2019) dini hari. (Istimewa/Persis Solo)

Pelipisnya harus dijahit karena kedalaman lukanya mencapai satu sentimeter. Dalam duel yang berujung kericuhan itu, Cak Irul mendapat bogem mentah setelah mencoba mengingatkan panpel PSIM agar bisa mengondisikan keadaan.

"Saya melihat panpel bukannya membuat keadaan tenang, tapi justru memprovokasi. Luka saya ini diduga juga dari pukulan seorang panpel. Saya tidak bisa melihat jelas orangnya karena kejadian berlangsung sangat cepat," ujar Cak Irul saat ditemui solopos.com di mes Persis Solo di Karangasem, Laweyan, Selasa.

Cak Irul mengaku menyayangkan adanya insiden kericuhan yang berujung kekerasan. Sebab laga Derby Mataram kemarin sejatinya sudah tidak memperebutkan tiket ke babak delapan besar.

"Saya menyayangkan pemahaman yang kuno terkait kecintaan terhadap sebuah klub. Kalau cinta, mestinya tidak ada ruang untuk kekerasan," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten