Ladang Ganja 10 Hektare Ditemukan di Cianjur, Lokasinya di Tengah Hutan

Polres Cianjur menemukan ladang ganja seluas 10 hektare di lereng Gunung Karuhan, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka.

 Polres Cianjur, Jawa Barat, menemukan 10 hektare ladang ganja di lereng Gunung Karuhun, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Selasa (28/6/2022). ANTARA/Ahmad Fikri

SOLOPOS.COM - Polres Cianjur, Jawa Barat, menemukan 10 hektare ladang ganja di lereng Gunung Karuhun, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Selasa (28/6/2022). ANTARA/Ahmad Fikri

Solopos.com, CIANJUR — Ladang ganja seluas 10 hektare ditemukan di lereng Gunung Karuhan, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ganja di ladang tersebut siap panen.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan penemuan ladang ganja tersebut setelah petugas mendapat laporan dari warga. Ladang ganja tersebut tersebar di lereng Gunung Karuhan. Jarak terdekat lahan pertama yang ditemukan sejauh 2 kilometer dari jalan setapak yang biasa dilalui warga.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Pelaku sengaja menanam ganja di jalur yang jarang dilalui warga, bahkan mereka menanam di lereng yang curam, sehingga sulit terlihat. Bahkan beberapa ratus batang ganja di tanam tidak jauh dari Situs Megalit Gunung Padang yang selama ini jauh dari jangkauan warga,” katanya, Selasa (28/6/2022).

Ratusan batang yang berdekatan dengan situs tersebut, kata dia, ditanam di dalam jurang yang sulit dijamah warga atau orang biasa. Namun, sejumlah jalur setapak terlihat bekas dilalui manusia. Jarak antar ladang berjauhan yang terdekat sekitar 2 sampai 3 kilometer.

Baca Juga: 30 Negara Ini Legalkan Ganja untuk Medis, Thailand Salah Satunya

Dia menuturkan total lahan yang ditemukan saat ini seluas 10 hektare. Sebagian besar berada di tengah hutan milik Perhutani dan belum diketahui berapa orang yang menanam ganja tersebut.

Pihaknya mencatat sudah tujuh titik ladang yang diperkirakan sudah siap panen bulan depan.

Kapolres mengimbau warga yang mengetahui kegiatan mencurigakan segera melapor ke pihak berwajib atau langsung ke Mapolres Cianjur. Hal ini untuk mempersempit ruang gerak pelaku terutama bandar narkoba.

Baca Juga: Benarkah Ganja Medis Bisa untuk Pengobatan Penderita Cerebral Palsy?

“Segera lapor jika mendapati kegiatan mencurigakan di wilayah tempat tinggal masing-masing. Untuk pelaku penanam ganja akan kami buru sampai tertangkap,” katanya dikutip dari Antara.

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Maruf Murdianto, mengatakan penemuan ladang ganja itu berawal dari warga. Kemudian anggota mendatango lokasi dan menemukan ada tiga titik ladang ganja di gunung tersebut dengan jumlah ratusan batang.

“Kami akan terus menyisir lokasi penemuan baru di tiga titik lainnya. Untuk saat ini, baru 200 batang lebih yang sudah diamankan. Anggota kami melaporkan penanaman ada tiga titik lain yang jaraknya berjauhan, sehingga sulit dijangkau,” ucapnya.

Baca Juga: Andien Aisyah Bertemu Ibu Minta Pelegalan Ganja untuk Keperluan Medis

Ia menambah belum bisa memastikan berapa total batang ganja yang siap panen di tanam di kawasan tersebut, karena anggota dibantu warga masih menyusuri lokasi lain yang juga diduga masih ada tanaman ganja.

“Kita akan berkoordinasi dengan aparat setempat serta warga sekitar untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan wilayahnya dari tanaman terlarang serta peredaran narkoba. Kami sangat terbantu dari laporan warga selama ini,” ujar Maruf.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      FP UNS Bantu Petani Sayur Gedangan Cepogo Boyolali dengan Mesin Ozon

      FP UNS memberikan bantuan mesin generator ozon kepada Kelompok Tani Utomo Jayan Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali, untuk meningkatkan kualitas sayur organik.

      Syeikh Yusuf Al Qaradawi Meninggal di Usia 96 Tahun

      Cendekiawan Muslim berpengaruh di dunia Syeikh Yusuf Al Qaradawi meninggal dalam usia 96 tahun pada Senin (26/9/2022).

      Penerimaan Calon Taruna, Panglima TNI Revisi Aturan Tinggi Badan & Usia

      Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, merevisi aturan penerimaan calon taruna.

      Tanah Bergerak di Bojongkoneng Bogor, PVMBG: Bahaya, Bisa Menelan Bangunan

      PVMBG menyebut pergeseran tanah di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berpotensi merobohkan hingga menelan bangunan.

      Kasus Brigadir J, Polri: Penahanan Putri Candrawathi Tunggu Hasil Tes Kesehatan

      Babak baru penahanan Putri Candrawathi, tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

      Profil Adang Daradjatun, Mantan Wakapolri yang Jadi Ketua MKD DPR

      Profil Adang Daradjatun yang resmi menjabat Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menggantikan Aboe Bakar Al-Habsy lewat rapat penetapan pada Selasa (27/9/2022).

      Adang Daradjatun Resmi Menjadi Ketua MKD DPR, Gantikan Aboe Bakar Al-Habsy

      Adang Daradjatun resmi menjadi Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menggantikan Aboe Bakar Al-Habsy.

      Perlindungan bagi Si Ikan Berjalan, Hasil Evolusi 400an Tahun

      Enam spesies ikan hiu berjalan hasil evolusi 400an tahun di perairan Indonesia Timur akhirnya resmi mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

      Aspal Alam Buton, Harta Karun Dunia asal Sulawesi Tenggara

      Sejauh ini, aspal alam hanya ditemukan di tiga lokasi di dunia, salah satunya di Indonesia. Aspal alam ini pun menjadi harta karun dunia yang berharga bagi Indonesia.

      Kebakaran di Cikini, Butuh 17 Unit Mobil Damkar untuk Padamkan Api

      Permukiman penduduk di Jl. Cikini Kramat, RT 004 dan RT 015/RW 001, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat terbakar pada Selasa (27/9/2022).

      KPK OTT Hakim Agung, Mahfud Md: Presiden Kecewa, Hukum Gembos di Pengadilan

      Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md., mencari formula mereformasi bidang hukum peradilan.

      Lereng Gunung Ciremai Terbakar Sejak Minggu

      Kawasan lereng Gunung Ciremai terbakar pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

      Presiden Jokowi: Tidak Ada Impor Aspal hingga 2024

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk menghentikan impor aspal hingga 2024, dan menggunakan aspal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

      Ini 16 Anggota Polri yang Sudah Jalani Sidang Etik terkait Kasus Ferdy Sambo

      Sebanyak 16 dari 35 anggota Polri terduga pelanggar etik terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sudah menjalani sidang etik.

      Jokowi Disebut Presiden Kedua yang Datang ke Baubau, Pertama Soeharto pada 1990

      Presiden Joko Wiidodo disebut-sebut sebagai presiden kedua yang pernah menginjakkan kaki ke Kota Baubau Sulawesi Tenggara.

      Kunjungan Kerja Kota Baubau: Ribuan Warga Rela Berdesakan Demi Lihat Presiden

      Ribuan warga di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara rela bersesak-desakan demi melihat Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan kerja di daerah tersebut, Selasa (27/9/2022).