Laboratorium RS UNS Solo Segera Layani Tes Swab PCR Pasien Corona
ilustrasi rapid test corona atau covid-19 (Antara)

Solopos.com, SOLO -- Laboratorium RS UNS Solo segera bisa melayani pemeriksaan atau tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui seorang pasien positif atau negatif corona.

Selama ini, sampel tes swab pasien dalam pengawasan atau PDP corona di Solo dan sekitarnya harus dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi telah menunjuk rumah sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang berlokasi di Kartasura, Sukoharjo, itu untuk melakukan tes dengan metode PCR tersebut.

Belum Jadi Tersangka, Pelaku Penipuan Ojol Purwokerto-Solo Dirawat Di RS

Sejumlah persiapan telah dilakukan sehingga pekan depan laboratorium tersebut sudah bisa melayani tes swab dengan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah (tenggorokan) pasien suspect corona di Solo dan sekitarnya.

Direktur Pelayanan dan Diklit RS UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan saat ini telah menyiapkan laboratorium dengan standar level keselamatan biologi atau biosafety level minimal dua.

Kelengkapan Alat

Kemudian kelengkapan alat yang harus disimpan pada biosafety cabinet dengan standar minimal level 2A. Syarat itu harus laboratorium RS UNS Solo guna melakukan tes swab pasien suspect corona.

Satpol PP Solo Razia 6 Warung Makan Terkait Social Distancing, Tikar dan Kursi Disita

“Kami sudah menerima kiriman reagen dan yang kami lakukan adalah bagaimana agar alat bisa bekerja optimal. Karena beda alat, beda reagen, beda perlakuan ya, karena ini virus baru,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com melalui telepon, Rabu (8/4/2020).

Tonang menyebut RS UNS sudah memiliki satu set alat PCR lama. Alat tersebut dijalankan terlebih dahulu sambil menunggu datangnya alat baru.

Kiriman reagen dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) baru diterima beberapa hari lalu. Jika seluruhnya siap, RS UNS Solo akan melayani spesimen untuk tes swab pasien suspect corona dari rumah sakit sekitar, utamanya Soloraya.

Stok reagen selanjutnya akan dikirim susul menyusul menyesuaikan kapasitas laboratorium. Hal itu dikarenakan stabilitas kandungan enzim dalam reagen sangat terkait dengan kevalidan hasil tes.

Warga Ngemplak Boyolali Diciduk Polisi Saat Ambil Paket Tembakau Gorila

“Reagen harus selalu dalam posisi secukupnya. Terpakai beberapa hari, kemudian datang baru lagi. Jika terlalu lama disimpan, reagen bisa kehilangan kemampuan,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Tonang menjelaskan waktu pengambilan swab lendir hidung/tenggorokan sangat singkat. Sedangkan hasil pemeriksaannya butuh waktu sekitar 5-6 jam. Namun, untuk menetapkan hasil swab tersebut masuk positif atau negatif, butuh waktu lebih lama.

Untuk menyebut jika hasil tes swab itu positif, hasil yang keluar saat itu sudah muncul positif. Tapi, ketika hasil yang muncul negatif atau abu-abu, laboratorium harus berhati-hati karena implikasinya sangat besar.

Waspada Corona, Warga Ngaran Klaten Tolak Pasutri Pulang Dari Bogor

“Makanya untuk menyebut negatif itu harus ada pengulangan, akhirnya waktunya jadi lebih lama. Itu belum tambahan waktu untuk mengirim sampel, jadi lebih lama lagi. Makanya, kalau bisa memotong waktu pengiriman, hasilnya akan diketahui lebih cepat,” kata dia.

Tonang menyampaikan laboratorium tes PCR RS UNS Solo dan laboratorium lain se-Jawa Tengah dan Yogyakarta berada di bawah koordinasi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

4 Laboratorium di Jateng

Selain RS UNS Solo, Kemenkes menunjuk tiga laboratorium rujukan lainnya di Jawa Tengah untuk melakukan tes swab pasien suspect corona. Tiga laboratorium itu yakni RSUP dr Kariadi, RS Nasional Diponegoro, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor Dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga.

Update Kasus Covid-19 di Solo 8 April 2020: 5 Positif, 47 PDP, 319 ODP

Koordinator akan membagi penanganan spesimen sesuai wilayahnya.

Sebelumnya, Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah dr Moewardi (RSDM) Solo, Reviono, mengatakan saat ini hasil tes swab pasien dalam pengawasan (PDP) maupun suspect Corona baru bisa diketahui 7-10 hari setelah pengiriman.

Jangka waktu itu lebih panjang dibanding beberapa pekan lalu yang keluar 3-4 hari setelah pengiriman.

Kendati begitu, setiap PDP sudah diperlakukan dengan protokol Covid-19.

Jangan Sembarangan! Ini Cara Tepat Pakai Masker Tangkal Virus Corona

Termasuk keluarganya juga ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Hasil tes yang terlalu lama itulah yang menjadi kendala selama ini.

PDP masih harus berada di ruang isolasi selagi hasil tes swab belum negatif. Akibatnya ruang isolasi menjadi penuh, padahal PDP baru terus berdatangan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho