Label Warning di jamu kemasan Tolak Angin (Istimewa/Instagram)

Label “Warning” Tolak Angin dilakukan distributor AS lantaran dianggap memakai bahan berbahaya.

Solopos.com, SOLO – Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat (AS). Merek suplemen tradisional buatan PT Sido Muncul, Tolak Angin, diberi label “Prop 65 Warning” dari Amerika Serikat.

Distributor produk jamu kemasan Tolak Angin di AS, Empire International, yang memberikan label “Prop 65 Warning”. Label ini dikenakan lantaran Tolak Angin dianggap mengandung logam berat penyebab kanker.

Foto-foto kemasan Tolak Angin yang masih ditempeli label “Prop 65 Warning” sempat beredar di jejaring sosial dan menjadi perbincangan pengguna internet di tanah air.

Heboh kabar ini mendapat perhatian dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Hasil pemeriksaan menunjukkan produk tersebut aman dikonsumsi.

"Pengawasan post market yang kami lakukan menunjukkan kadar logam berat di bawah limit of detection.Produk ini aman dikonsumsi," kata Kepala BPOM Roy Sparringa dalam konferensi pers di kantornya, Jl Percetakan Negara Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015), dikutip Solopos.com dari Detik.

Roy menjelaskan, Prop 65 Warning merupakan produk hukum negara California untuk melindungi warganya dari cemaran zat berbahaya penyebab kanker dan cacat pada janin. Beberapa distributor menempel label tersebut untuk menghindari tuntutan dari kalangan lawyer.
Produk yang dilabeli Prop 65 Warning menurut Roy belum tentu benar-benar berbahaya. Termasuk dalam kasus Tolak Angin, label warning ditempel oleh distributor tanpa ada klarifikasi ke produsen ataupun BPOM.

Foto produk tolak angin yang dilabeli “Prop 65 Warning” sempat menghebohkan jejaring sosial. Banyak pengguna media sosial, termasuk artis cantik Sophia Latjuba ikut penasaran dengan mem-posting gambar produk obat tradisional dari PT Sido Muncul yang cukup populer ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten