Ilustrasi menghitung uang tunai rupiah (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)

Kurs rupiah hari ini belum lepas dari tekanan eksternal, khususnya pemangkasan suku bunga Bank China Tiongkok.

Solopos.com, JAKARTA -- Rupiah masih tertekan. Kurs rupiah hari ini melemah 0,56% atau turun 79 poin ke Rp14.133/dolar AS pada penutupan perdagangan pasar spot.

Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka hari ini, Rabu (26/8/2015) rupiah melemah 36 poin atau 0,26% ke Rp14.090/US$. Mata uang di Asia Tenggara mayoritas melemah. Hanya dolar Singapura yang menguat 0,08%. Mata uang lainnya melemah, yaitu peso (-0,22%), ringgit Malaysia (-1,74%), baht Thailand (-0,25%), dan rupiah melemah 0,37% ke Rp14.105.

Pasar lebih menyorotui perbaikan sejumlah data ekonomi AS, serta kembali menyoroti jadual rapat bank sentral AS Federal Reserve yang akan digelar 16—17 September 2015. Analis Teknikal Bahana Securities Muhammad Wafi mengatakan pelonggaran kebijakan moneter China Tiongkok membuat yuan melemah dan menambah tekanan terhadap rupiah.

PBOC menetapkan kurs renminbi hari ini di 6,40430 per dolar AS, melemah 0,09% dari kurs kemarin. Yuan melemah 0,03% di pasar spot domestik, namun menguat 0,32% di pasar spot offshore.

"Bank sentral China turunkan suku bunga. Kelihatannya akan berdapak negatif. Semalam Dow (Jones) buka positif, akhirnya ditutup minus. Tingkat suku bunga diturunkan akan buat yuan melemah. (Jika) itu terjadi akan membuat rupiah melemah lagi," kata Wafi saat dihubungi hari ini, Rabu (26/8/2015).

Dampaknya, rupiah melemah 0,46% atau turun 65 poin ke Rp14.199 per dolar AS di jeda siang perdagangan bursa saham. Sedangkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) merosot melebihi Rp14.100 per dolar AS pada Rabu (26/8/2015).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten