Kurir Kerap Diamuk Konsumen, Haruskah Sistem COD Dilanjutkan?

Belakangan hari ini ramai digunjingkan kurir COD diamuk konsumen pasar online lantaran barang tidak sesuai ekspektasi atau bahkan kosong.

 Ilustrasi jasa kurir. (Dok. Bisnis)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi jasa kurir. (Dok. Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA — Belakangan hari ini ramai digunjingkan pemesan atau konsumen pasar online yang memarahi kurir atau tukang kirim barang yang menjadi sasaran pelampiasan emosi lantaran barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Bahkan dari rekaman yang beredar viral di media sosial bahkan barang yang dikirim kurir diamuk konsumen itu kosong sama sekali.

Kurir kerap diamuk bahkan menjadi bulan-bulanan konsumen tatkala pembeli atau penerima barang melakukan transaksi pembayaran secara cash on delivery alias COD. Utamanya tatkala pembeli tak memahami ketentuan sistem COD itu, bahwa kurir sekadar bertugas mengantar pesanan

Chief Managing Officer (CMO) PT Sicepat Express Indonesia Wiwin Dewi Herawati mengaku gemas dengan maraknya kasus pembeli memaki-maki kurir lantaran paket yang diterima tidak sesuai dengan barang yang dibeli. Padahal pihak jasa pengiriman berikut kurirnya hanya bertugas mengirimkan barang dari penjual kepada pembeli.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Konon Pendengar Terbaik

"Jadi kalau untuk pengguna layanan COD pada saat menerima barangnya dirasa tidak sesuai, sebaiknya langsung dikembalikan ke kurir karena nanti kurir akan mengembalikan ke penjual. Barangnya mencurigakan, sebaiknya saya enggak terima ya, silahkan dikembalikan ke sellernya, seperti itu bisa karena kan kalau kurir hanya mengantar. [Paket] jangan dibuka. Kalau sudah dibuka ya harus bayar," kata Wiwin dalam pernyataannya kepada wartawan, dikutip Minggu (30/5/2021).

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) M. Feriadi mengaku prihatin lantaran kasus dimana kurir dimaki pelanggan saat melakukan transaksi COD atau bayar di tempat saat barang diterima kembali terulang.

Dia menjelaskan, COD merupakan bentuk kesepakatan antara penjual dengan pembeli. Artinya, dalam hal ini keluhan pelanggan bisa dikatakan tidak ada kaitannya dengan kurir.

Butuh Edukasi Maksimal

"Tugas kurir hanya menjemput dan mengantarkan kiriman dari pengirim ke alamat penerima yang dituju. Dalam bahasa sederhananya, ada uang ada barang. Jadi kalau memang ada hal yang tidak sesuai, harusnya ini dikomunikasikan kembali dengan si penjual karena itu menjadi tanggung jawabnya penjual," jelasnya.

Lebih lanjut dia berharap adanya edukasi yang lebih maksimal terhadap masyarakat sehingga kurir tak terus-terusan diamuk konsumen. Pasalnya, ketika ditanya apakah sistem ini sebaiknya dihapuskan agar tren ini tidak berulang, Feri mengaku hal itu bisa jadi pilihan terakhir.

Sebab menurutnya, sistem COD diperlukan karena masih banyak masyarakat yang tidak punya akses ke digital payment maupun akses non tunai seperti kartu kredit, rekening bank, dan lainnya sehingga metode COD jadi pilihan yang membantu. "Pertama tentu harus ada edukasi kepada masyarakat bahwa COD ini merupakan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Jadi bukan produknya kurir," jelasnya.

Baca Juga: Begini PAN Memandang Pilpres 2024...

Lebih lanjut dia menambahkan, ada banyak dampak yang akan timbul bila COD dihapuskan. Menurutnya, adanya layanan COD turut menambah trafik atau volume kiriman pada perusahaan jasa pengiriman.

"Bayangkan kalau [COD] ini dihapus, dampaknya pasti ada di perusahaan jasa pengiriman," ujarnya.

Bagi Asperindo, sambungnya, hal yang paling penting dan utama adalah bagaimana pihak penjual bisa melakukan sosiaslisasi yang lebih maksimal terhadap masyarakat supaya mereka lebih paham COD itu apa, siapa yang bertanggungjawab kalau ternyata barang yang dibeli tidak sesuai. "Kalau ini sampai dihapus tentu dampaknya akan kemana-mana. Itu mungkin opsi yang terakhir lah kalau emang terpaksa harus diambil," imbuhnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Sharp Dukung PMI dan Rumah Sakit Terapkan Informasi Berbasis Digital

Sharp menyerahkan bantuan 13 LED TV 42 inch kepada PMI Kota Solo di Markas PMI untuk menampilkan informasi stok darah dalam waktu nyata.

Kunjungi Solo, Menko Airlangga Beri Dukungan untuk UMKM Rumahan

Menko Airlangga Hartarto mengunjungi salah satu kelompok pemberdayaan masyarakat yakni UMKM Usaha di Kota Solo untuk program dukungan UMKM.

Solopos Virtual Talkshow: Siap dengan Perubahan, Tiki Kian Banyak Beri Layanan Digital

Tiki juga memberikan layanan jemput online (Jempol), di mana Tiki akan menjemput barang ke rumah dan kemudian mengantarkannya ke tempat tujuan.

Harga BBM di Indonesia Paling Murah Se-Asia Tenggara? Cek Perbandingannya

Harga jual eceren bahan bakar minyak di Indonesia disebut masih lebih murah jika dibandingkan kebnyakan negara-negara tetangga yang berada di kawasan Asia Tenggara.

Matahari Kota Bogor Resmi Tutup Operasional, Ini Penjelasan Manajemen

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menutup atau menghentikan operasional salah satu gerainya yang berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat.

Yuk Buka Tabungan Secara Digital Melalui OCTO Savers CIMB Niaga

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mengakselerasi kapabilitas fitur dan layanan aplikasi digital banking OCTO Mobile untuk kemudahan nasabah.

Pengembang Geothermal Harus Punya 5 Prinsip Pengembangan Panas Bumi

PT Geo Dipa Energi (Persero) , sebagai BUMN mendorong seluruh pengembang Geothermal untuk memiliki 5 prinsip dasar pengembangan Panas Bumi di Indonesia.

Sebelum Beli Kripto, Belajar Dulu 10 Istilah Berikut Ini

Mampu menghasilkan keuntungan berlipat dalam jangka waktu yang relatif singkat menjadi alasan utama mengapa investasi kripto begitu diminati.

Teknologi Komunikasi 5G Mulai Menyebar, Apa Keuntungan Bagi Masyarakat?

5G akan memberikan dampak evolusi teknologi di platform dagang -el (e-commerce). Tampilan gambar barang yang awalnya dalam bentuk foto, nantinya bisa hadir dalam bentuk 3D. 

Undian Simpedes Berhadiah Mobilio dan Suzuki Carry, Ini Pemenangnya

BRI Kantor Cabang (KC) Solo Kartasura kembali menggelar, Panen Hadiah Simpedes Periode I Tahun 2021, di Aston Solo.

Gelombang 21 Kartu Prakerja Terakhir Tahun Ini, akan Ada Lagi Enggak Ya?

Kartu Prakerja gelombang 21 akan menjadi gelombang yang terakhir sesuai dengan alokasi anggaran tahun ini.

Suku Bunga Deposito Turun, Simpanan Dana di Bank Ikut Melambat

Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Agustus 2021 terjadi perlambatan himpunan dana pihak ketiga (DPK) bank seiring dengan penurunan suku bunga simpanan.

Penyaluran KUR Capai Rp177,7 Triliun, Didominasi oleh Sektor Ini 

Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR sampai dengan awal September 2021 telah mencapai Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target nasional.

Citilink Jadi Maskapai Murah Terbaik Nomor Dua di Dunia Saat Pandemi Covid-19

Citilink meraih predikat 5-Star Covid-19 Airline Safety Rating dari Skytrax, sebuah lembaga pemeringkat penerbangan global independen yang berbasis di Inggris.

Penerimaan Pajak 60,3 Persen Per Agustus, Yakin Bisa Capai Target?

Pemerintah memiliki waktu empat bulan untuk mengejar sisa hampir 40 persen pajak yang belum terkumpul.