KURIKULUM 2013 : Guru Kesulitan Melaksanakan
Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, JOGJA-Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Suroso mengatakan, meski secara ide Kurikulum 2013 dinilai baik, implementasinya tidak berjalan mulus. Hal itu terjadi karena sosialisasi Kurikulum 2013 selama ini tidak berjalan mulus.

“Ide (Kurikulum 2013) baik tapi pelaksanaan di lapangan guru-guru kesulitan melaksanakannya. Misalnya, kurikulum ini diberlakukan minim dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga guru-guru sulit melaksanakannya,” kritik Suroso.

Tahun depan semua sekolah diwajibkan untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) No. 156928/MPK.A/KR/2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 tertanggal 8 November 2013 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). SE tersebut juga mengatur penyediaan buku teks pelajaran untuk pegangan siswa dan guru.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Baskoro Aji ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/11/2013) menjelaskan, penyedian buku tersebut dilakukan per semester. Pada semester I, penyediaan buku untuk SD-SMP dialokasikan dari 5% dana biaya operasional sekolah (BOS) dan sisanya ditanggung alokasi DIPA Kemendikbud 2014.

Sementara, penyediaan buku teks pelajaran untuk SMA/SMK dialokasikan melalui BOS di mana tahun depan pemerintah menggelontorkan dana BOS untuk siswa SMA/SMK sebesar Rp1 juta per siswa per tahun.

Untuk semester II, lajut dia, penyediaan buku teks pelajaran dialokasikan melalui dana alokasi khusus (DAK) 2014. Bagi kabupaten atau kota yang tidak menerima DAK, maka pengadaan buku pada semester II dapat dianggarkan melalui APBD dalam hal ini BOS daerah atau komponen lain yang sesuai.

“Penyediaan buku teks seperti ini tidak dibebankan kepada siswa. Sekolah tidak boleh memungut dana pengadaan buku kepada siswa," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom