Kuras BPR Ceper Rp800 Juta, Komplotan Tipu-Tipu Lintas Provinsi Dibekuk

Sebelum ditangkap tim Satreskrim Polres Klaten, ketiga tersangka berhasil mengambil uang senilai Rp800 juta di BPR Ceper.

 Ilustrasi. (chip.co.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi. (chip.co.id)

Solopos.com, KLATEN—Satreskrim Polres Katen menggulung komplotan penipu lintas provinsi asal Jambi, akhir Oktober 2021. Sebelum ditangkap, ketiga tersangka berhasil mengambil uang senilai Rp800 juta di BPR Ceper.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, ketiga pelaku tindak penipuan itu, yakni Indra alias Celop, 33, warga Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Provinsi Jambi; Uli Hermawan alias Ulik, 29, warga Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Provinsi Jambi, dan M. Hamdi Rajabi alias Raja, 21, warga Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Ketiga tersangka telah menikmati uang hasil kejahatan berupa dana transfer dari BPR Ceper, Jumat (8/10/2021).

PromosiSejarah Kecil Kekerasan Militer Belanda pada Era Perang Kemerdekaan

Dalam hal ini korban adlaah BPR Ceper yang berlamat di Jalan Raya Klaten-Solo KM.8,4, Besole, Ceper, Klaten. Sedangkan pelapor yakni NNK, warga Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Baca Juga: Identitas Mayat Perempuan di Boyolali Terungkap Berkat Gelang Korban

Aksi tipu-tipu yang berujung dapat menggasak uang senilai Rp800 juta itu bermula saat BPR Ceper menerima telepon dari seseorang yang mengatasnamakan Nova, seorang pegawai BPR Kanti (lokasi di Bali), 7 Oktober 2021. Tak berselang lama, BPR Ceper memperoleh email dari pelaku.

Dalam email bprsukawatipancakanti@gmail.com berisi tentang persyaratan pencairan deposito atas nama PT BPR Sukawati Pancakanti agar dicairkan dan ditransfer ke BNI atas nama Juwita Desia Putri. Sehari berikutnya, NNK mentransfer uang senilai Rp300 juta melalui Bank Mandiri ke BNI atas nama Juwita Desia Putri. NNK kembali mentransfer uang senilai Rp500 juta ke Juwita Desia Putri.

Setelah itu, BPR Ceper kembali memperoleh email dari pelaku (mengatasnamakan Nova) tentang permintaan pencairan uang Rp200 juta. Namun, NNK melihat penerima uang tersebut berbeda dengan nama sebelumnya. Calon penerima uang kali ini, yakni Nurliana.

Baca Juga: Pembuat Soal CAT Perangkat Desa Wonogiri Dirahasiakan

Merasa ada yang janggal, NNK mengecek struktur organisasi BPR Sukawati Pancakanti melalui website. Ternyata, dalam struktur itu tak ditemukan nama Juwita Desia Putri. Belakangan diketahui, BPR Sukawati Pancakanti mengaku tak pernah mencairkan deposito di BPR Ceper. Melihat hal itu, NNK melaporkan ke polisi.

 

Kartu ATM Ilegal

“Setelah kami selidiki, ternyata modus penipuan itu dengan jual beli kartu ATM ilegal [Juwita Desia Putri membikin kartu ATM dan dijual ke para tersangka untuk digunakan menampung uang kejahatan]. Dalam membongkar kasus ini, kami bekerja sama dengan Polda Jambi dan pihak bank. Ini menjadi prestasi. Ini kejahatan terorganisir dan sistematis dengan bujuk rayu dan ada rekening tampung,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Kamis (2/12/2021).

AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan polisi mampu menyelamatkan uang senilai Rp500 juta dalam pengungkapan kasus tersebut. Di hadapan penyidik Polres Klaten, para tersangka ternyata sudah melakukan aksi serupa sebanyak lima kali.

Baca Juga: Wisata Boyolali Buka saat Nataru, Pengunjung dari Zona Hijau dan Kuning

“Para tersangka dijerat Pasal 85 UU RI No. 3/2011 tentang Transfer Dana Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Pasal 480 ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar,” kata AKP Guruh Bagus Eddy Suryana.

Salah satu tersangka, Indra, mengatakan sudah melancarkan aksi tipu-tipu dalam waktu dua bulan terakhir. “Uang hasil kejahatan ada yang sudah digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Indra.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

+ PLUS Pemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

Platform atau program kerja kandidat presiden tampak tidak begitu penting menuju pemilihan presiden 2024. Prioritas menuju pemilihan presiden 2024 adalah elektabilitas kandidat setinggi-tingginya.

Berita Terkini

Pura-Pura Mau Beli, Warga Karangnongko Klaten Gondol Motor Showroom

Pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor di showroom yang berada di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten, Klaten, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap polisi.

Joss! Pelajar SMA di Teras Boyolali Diterima di 7 Kampus Luar Negeri

Kisah inspiratif kali ini tentang seorang pelajar SMA asal Teras, Boyolali, diterima di tujuh kampus luar negeri.

Misteri Jembatan Jurug Solo: Bunga Tabur, Onggo-Inggi & Gundul Pringis

Jembatan Jurug Lama di Kota Solo konon menyimpan segudang kisah misteri.

Waduh! Pemuda Wonogiri Emoh Jadi Petani

Generasi muda di Wonogiri, Jawa Tengah, enggan belajar di bidang pertanian.

Sekolah di Sragen Siap PTM 100%,

Sekolah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sudah siap menggelar PTM secara penuh.

Ini Alasan Kemenparekraf Bangun Kampus Rp400 Miliar di Gemolong Sragen

Keberadaan kampus Politeknik Pariwisata senilai Rp400 miliar yang akan dibangun Kemenparekraf di Gemolong, Sragen, diyakini akan membawa multiplier effects bagi warga setempat.

Wah! TPA Sampah Putri Cempo Solo Disiapkan Jadi Tempat Wisata Edukasi

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sampah Putri Cempo di Mojosongo, Solo, diproyeksikan menjadi tempat wisata edukasi.

Curhatan Ibu-Ibu Solo Pengguna Sepur Kelinci: Dulu Senang, Kini Waswas

Sejumlah ibu-ibu yang kerap naik sepur kelinci untuk hiburan bersama anak-anak mereka di wilayah Solo mengaku kini takut naik kendaraan tersebut setelah peristiwa kecelakaan di Boyolali.

Tak Hanya Ganjar dan Rudy, Gibran Juga Absen Halalbihalal PDIP Jateng

Selain Ganjar Pranowo yang tak diundang, FX Hadi Rudyatmo dan Gibran Rakabuming Raka yang diundang juga tak menghadiri halalbihalal DPD PDIP Jateng.

TPA Putri Cempo Solo Bakal Impor Sampah, Dari Mana?

TPA Putri Cempo di Mojosongo, Solo, akan impor sampah untuk memenuhi kebutuhan operasional PLTSa beberapa tahun ke depan.

Kereta Kelinci di Klaten hanya Diperbolehkan Beroperasi di Area Wisata

Jajaran Polres Klaten mengimbau ke pemilik/pengelola kereta kelinci tidak mengoperasikan kendaraan tersebut di jalan raya di Kabupaten Bersinar.

Dulu Penuh Sampah, Lahan di Mojayan Klaten Kini Jadi Tempat Berkuda

Ada tempat berkuda yang terhitung baru di Klaten. Namanya de Christo Equine Park.

Agrowisata Tani Manunggal Selogiri Wonogiri Ajak Anak Muda Bertani

Agrowisata Barro Tani Manunggal berdiri di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri. Agrowisata tersebut menjadi tempat bagi siapa pun yang ingin belajar bercocok tanam dengan benar.

Wow! Politeknik Pariwisata Sragen Dilengkapi Hotel Internasional Lur

Kampus Politeknik Pariwisata yang akan dibangun Kemenparekraf di Gemolong, Sragen, akan dilengkapi sejumlah fasilitas pembelajaran mewah hotel berkelas internasional.

Basarnas Pos SAR Surakarta Bertemu Perwakilan Sukarelawan se-Soloraya

Basarnas Pos SAR Surakarta menyelenggarakan halalbihalal di kantor Basarnas Pos SAR Surakarta Jl. Tentara Pelajar, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (14/5/2022).