Kurangi Resiko Keuangan, BNI Permudah Transaksi Lindung Nilai
Head of Regional BNI Wilayah Yogyakarta dan Dealer Treasury Regional sedang berdiskusi mengenai pergerakan kurs dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Di tengah pandemi virus Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, kondisi perekonomian global menjadi tidak menentu. Para pengusaha yang memiliki bisnis dengan skala internasional tentu sangat bergantung dengan pergerakan nilai tukar rupiah (kurs) dan suku bunga yang bergerak sangat dinamis. Kondisi ini tidak selalu memberikan dampat positif dan menimbulkan risiko tersendiri bagi para pengusaha.

PT Bank Negara Indonesia Persero (Tbk) Kantor Wilayah Yogyakarta terus berupaya memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengurangi risiko yang muncul atau yang mungkin akan timbul akibat gejolak pasar keuangan dengan program lindung nilai (hedging). Untuk memenuhi kebutuhan nasabah tersebut, BNI menawarkan ragam produk lindung nilai yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset, kewajiban maupun arus kas nasabah dari dampak negatif pergerakan pasar keuangan.

Head of Region BNI Yogyakarta, Moh. Hisyam menyampaikan, “Dengan melakukan transaksi lindung nilai maka perusahaan akan terlindungi dari risiko kerugian kurs. Mengingat, kurs nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (USD) sangat fluktuatif.”

Beliau menambahkan saat ini BNI memiliki aplikasi BNI DigiHedge yang dapat diakses melalui website BNI di www.bni.co.id. BNI menyediakan suatu sistem untuk mendiagnosis kebutuhan lindung nilai nasabah sehingga dapat memberikan solusi transaksi lindung nilai yang tepat untuk memitigasi risiko yang terdeteksi.

Kemudahan akses terhadap berita dan data sekarang ini sedikit banyak dapat membantu nasabah untuk melakukan analisis terhadap arah pergerakan instrumen-instrumen pasar keuangan. Berdasarkan prediksi inilah para pelaku usaha maupun individu yang berkepentingan dapat menyusun rencana lindung nilai sesuai kebutuhannya.

BNI juga menawarkan kemudahan yang menarik untuk bertransaksi lindung nilai. Kalau sebelumnya nasabah yang akan melakukan transaksi lindung nilai harus memiliki fasilitas treasury line atau menyerahkan jaminan berupa marginal deposit yang diblokir dan diikat gadai sebesar 100 persen dari nilai transaksi. Saat ini, nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi, di mana FKK (Faktor Konversi Kredit) merupakan angka persentase yang menunjukkan besarnya risiko kredit yang timbul akibat transaksi forex atau derivatif untuk jangka waktu tertentu.

Disamping solusi transaksi lindung nilai,tentunya BNI juga memberikan berbagai alternatif solusi lain seperti forex Tom, Spot dan Forward sampai transaksi derivatif seperti Interest Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS), Call Spread Option (CSO).

Sebagai pemain utama penyedia layanan transaksi lindung nilai di Indonesia, kami selalu berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Hal ini terbukti dengan penghargaan yang diterima BNI pada tahun 2020 dari Alpha Southeast Asia, majalah investasi institusional pertama dan satu-satunya yang berfokus pada Asia Tenggara, yaitu penghargaan sebagai “Best Corporate Treasury Sales & Structuring Team” dan “Best FX Bank for Structured Hedging Solutions & Proprietary Trading Ideas”.

Penghargaan ini tentunya melengkapi kepercayaan dari nasabah untuk bertransaksi dengan BNI, dimana volume transaksi forex dan lindung nilai BNI pada tahun 2019 secara nasional meningkat sebesar 5.77 persen dibanding dengan volume transaksi tahun 2018 dengan total nilai transaksi mencapai 38.72 miliar dollar AS.

Informasi lebih lanjut mengenai transaksi lindung nilai (hedging) serta produk-produk Tresury lainnya dapat menghubungi Kantor Cabang BNI terdekat atau langsung menghubungi PIC Treasury Regional Area/TRA Yogyakarta dengan Sdr. Anangga di (0271) 663411.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom