Kurangi Macet, Sekolah di Solo Disarankan Ubah Jam Masuk dan Pulang Siswa
Antrean kendaraan bermotor terlihat saat akan melintasi flyover Manahan, Jl. Adisucipto, Solo, Kamis (20/2/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Sekolah di Kota Solo disarankan mengubah jam masuk dan pulang siswa untuk menghindari kemacetan lalu lintas parah selama pembangunan flyover Purwosari.

Seperti diinformasikan, kemacetan parah terjadi pada Kamis (20/2/2020) pagi saat jam berangkat kerja dan sekolah.

Solo diguyur hujan membuat jumlah kendaraan roda empat bertambah hingga hampir 6.000 unit.

Pemilik kendaraan roda empat ramai-ramai mengaspal lantaran takut kehujanan. Akibatnya, tak sedikit siswa yang terlambat masuk sekolah karena terjebak macet.

Ratusan Siswa SMP Hanyut Saat Susur Sungai di Sleman, 4 Meninggal

Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) wilayah Soloraya, Nurul Hidayati, menyarankan sekolah dari TK hingga SMA mengubah jam masuk dan pulang untuk membagi pergerakan berdasarkan waktu.

“Memang ini perlu duduk bersama agar sekolah mau menggeser jam KBM [kegiatan belajar mengajar],” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (21/2/2020).

Ganjar Pranowo Dijuluki Gubernur Lamis & Diberi Rapor Merah, Ini Reaksinya

Nurul menyebut kebijakan Pemkot Solo pada pembangunan flyover Manahan yang menggeser jam masuk dan pulang kerja PNS lebih awal tak berpengaruh. Hal itu karena jam sekolah tak ikut digeser.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu juga meminta warga tidak menggunakan kendaraan ukuran besar apalagi jika bepergian seorang diri.

Pilkada Klaten: Tak Dapat Rekomendasi DPP PDIP, Direktur Kiat Motor Ogah Nyalon Lewat Parpol Lain

Penggunaan ruang jalan oleh kendaraan roda empat lebih besar dibandingkan roda dua. Sementara jika diukur secara efisiensi penggunaan ruang motor lebih efisien pada kondisi macet parah.

“Saat hujan, bagi keluarga yang memiliki roda empat akan lebih memilih menggunakannya daripada motor. Akibatnya seperti Kamis [20/2/2020] lalu, saya mendapati jalanan sangat macet,” ucapnya.

Heboh Eksekusi Rumah Wakaf Al-Qur'an di Solo, Begini Klarifikasi Polresta

Kesadaran masyarakat menggunakan kendaraan umum, kata Nurul, juga dibutuhkan. Terlebih, bagi mereka yang rumah maupun tempat bekerja atau tujuannya dilewati kendaraan umum.

Dimensi kendaraan massal tersebut memang besar, namun lebih efisien karena mengangkut banyak orang.

Ihwal manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL), Nurul menyarankan untuk membarikade bukaan dekat persimpangan.

Warga Tewas Tertimbun Longsor di Wonosobo

“Bukaan pembatas yang terlalu dekat simpang lebih baik ditutup sementara untuk antisipasi pergerakan putar balik atau menyeberang yang semakin menambah masalah,” kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, mengaku belum memiliki rencana untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk mengundurkan maupun memajukan jam kerja bagi ASN.

Polresta Solo Pastikan Tanah dan Rumah Yang Dieksekusi PN di Penumping Milik Pribadi

Jam kerja ASN pada Maret 2018 dimajukan dengan alasan mengurangi kemacetan karena proyek flyover Manahan.

Saat itu, jam kerja yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB dimundurkan menjadi pukul 07.30 WIB.

Sementara saat proyek penataan koridor Jl. Jendral Sudirman jam kerja ASN mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Panitia Seleksi CPNS Sukoharjo Antisipasi Joki dan Calo

“Enggak efektif diundur dan dimajukan 30 menit. Mereka datangnya sama saja sehabis mengantar anak sekolah. Kamis lalu macet karena hujan. Sebelumnya macet, tapi tak separah itu,” kata dia.

Ahyani mengatakan apabila masyarakat bisa mengelola waktu, penumpukan kendaraan tak akan parah. Sebagai contoh, berangkat sekitar pukul 06.00 WIB-06.15 WIB.

“Saya sendiri berangkat di jam-jam itu, jalanan tidak macet dan lancar. Jam macet itu 06.30 WIB-07.30 WIB. Kalau tidak terurai pukul 06.30 ya bablas kena macet gelombang berikutnya,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho