Kurangi Beban Kerja Nakes, Pemkab Sragen Bentuk Tim Khusus Tracing dan Testing

Pemkab Sragen membentuk tim khusus tracing dan testing untuk mengurangi beban kerja para nakes khususnya yang bekerja di puskesmas.

 Dua orang pejabat berdiskusi tentang penanganan Covid-19 di sela-sela pelaksanaan Zoom Meeting antara Bupati dengan tiga kecamatan di Sragen Command Center (SCC), Selasa (2/8/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Dua orang pejabat berdiskusi tentang penanganan Covid-19 di sela-sela pelaksanaan Zoom Meeting antara Bupati dengan tiga kecamatan di Sragen Command Center (SCC), Selasa (2/8/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen segera membentuk tim khusus tracing dan testing supaya guna mengurangi beban pekerjaan para tenaga kesehatan (nakes) puskesmas.

Dengan demikian, para nakes puskesmas bisa fokus melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai target herd immunity 70% dari populasi penduduk Sragen yang 775.774 orang sasaran.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto untuk membentuk tracing dan testing. Alasannya capaian testing di Sragen masih relatif rendah.

Baca Juga: PPKM Level 4 di Sragen Kemungkinan Diperpanjang 1 Pekan, Tapi…

Ia mengatakan dalam pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 target testing mestinya bisa mencapai 1.905 orang per hari. Tetapi capaian testing Sragen baru 490 orang per hari.

Yuni, sapaannya, sudah memprediksi testing yang meningkat dengan adanya tim tracing dan testing bentukan Pemkab Sragen bisa berdampak pada kasus baru yang juga naik.

Penjelasan Yuni itu disampaikan saat Zoom Meeting dengan camat dan stakeholders di Kecamatan Miri, Plupuh, dan Sambirejo, di Ruang Sragen Command Center (SCC), Selasa (2/8/2021).

Baca Juga: 19 Nyawa Melayang Sia-Sia, Tokoh Ini Minta Operasi Jebakan Tikus di Sragen Digalakkan

Nakes Fokus Akselerasi Vaksinasi

Yuni menyampaikan bila tim tracing dan testing itu terbentuk, nakes puskesmas bisa fokus pada akselerasi vaksinasi. Pekan lalu Sragen mendapat 20.000 dosis vaksin Astrazeneca dari Provinsi Jawa Tengah yang harus segera disuntikkan dan ditargetkan selesai pada 13 Agustus 2021.

“Fokus prioritas masih sama, yakni kelompok pralansia, lansia, dan pelayanan publik, seperti perangkat desa sampai jajaran RT/RW. Seperti tadi saya mengecek vaksinasi di Ngebung dan Krikilan, Kalijambe, ternyata animo warga lansia di dua desa itu cukup tinggi. Target 150 dosis vaksin ternyata harus ditambah,” jelasnya.

Khusus Astrazeneca, Yuni mengatakan akan ditambah obat paracetamol dan antimual untuk antisipasi efek samping. Penyuntikkan vaksin dosis kedua harus menunggu sampai tiga bulan.

Baca Juga: Kisah Misteri Eyang Watu, “Penunggu” Pasar Kota Sragen yang Keramat!

Dalam waktu dekat, kata Yuni, Sragen akan mendapat vaksin Moderna untuk nakes dan Sinopharm untuk penyandang disabilitas sebanyak 5.000 dosis.

Selain persoalan itu, Yuni mengingatkan kepada para camat supaya berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk penjemputan warga yang isolasi mandiri di rumah menuju tempat isolasi mandiri terpusat Technopark Sragen atau Kragilan, Gemolong.

Penjemputan Warga Isolasi Mandiri

Ia berharap jangan sampai personel Grup II Kopassus yang digerakkan untuk penjemputan warga isolasi mandiri di rumah. Yuni juga menekankan hanya warga yang memenuhi syarat yang boleh isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga: 15.600 Dosis Vaksin Covid-19 Didistribusikan Via 25 Puskesmas di Sragen

“Dari data yang masuk masih ada 623 orang warga yang isolasi mandiri di rumah. Data ini dari laporan puskesmas. Data ini cenderung menurun bila dibandingkan hari-hari sebelumnya,” katanya.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr Sri Subekti, mengatakan sasaran vaksinasi untuk mencapai herd immunity sebanyak 775.774 orang.

Realisasi vaksinasi sekarang, sebutnya, untuk dosis pertama sebanyak 96.643 orang atau 12,46% dan dosis dua 61.608 orang atau 7,49%. “Untuk mengejarnya dilakukan percepatan dengan menggerakkan desa sampai ke RT untuk jemput bola,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Anggota Tikus Pithi Se-Jawa Dilatih Jurnalistik oleh Solopos Institute

Puluhan anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari sejumlah wilayah di Jawa mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Solopos Institute di Solo.

Kebakaran di Klandungan Sragen Menimpa Dapur Rumah Warga

Kebakaran yang terjadi di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal Sragen, menimpa dapur warga yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan jerami. Kerugian ditaksir Rp10 juta.

SGS 2021 Jadi Harapan Pusat Perbelanjaan Solo untuk Dongkrak Transaksi

Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Solo sangat berharap para event Solo Great Sale atau SGS 2021 bisa mendongkrak jumlah kunjungan dan transaksi di mal.

Peralihan Musim, BMKG Jateng: Waspadai Puting Beliung di Soloraya!

BMKG Jateng mengimbau warga wilayah Soloraya termasuk Sukoharjo untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang saat peralihan musim kemarau penghujan.

Picu Kerumunan, Padang Rumput Tegalharjo Wonogiri Ditutup

Padang rumput luas di wilayah Desa Tegalharjo ini ramai dikunjungi warga setelah viral di media sosial Instagram.

Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa malam pukul 19.41 dan 19.48 WIB.

11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Klaster penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM di Solo meluas ke jenjang SMP, yakni SMPN 8 dan SMPN 4 dengan total 12 siswa positif.

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Wagub Jateng Dorong Adanya Wisata Halal di Tawangmangu, Ini Maksudnya

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong wisata halal di Tawangmangu untuk membidik wisatawan dari negara muslim.

Maling Kotak Infak di Masjid Ngawonggo Klaten Lolos dari Kejaran Warga

Sebelum menggondol kotak infak, maling berjenis kelamin pria itu sempat mondar-mandir di depan masjid.  

Breaking News! Api Melalap Hunian Warga di Klandungan Sragen

Sedikitnya tiga rumah warga Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen dilalap api.

Jangan Coba Buru Satwa Liar di Area Ini, Bisa Kena Denda Rp10 Juta Lur

Pemerintah Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen mengeluarkan peraturan desa untuk melindungi satwa liar di wilayah mereka.

Beredar Info Solar Langka, Kapolres Sukoharjo Langsung Patroli ke SPBU

Aparat Polres Sukoharjo melakukan patroli ke sejumlah SPBU menanggapi informasi yang beredar di masyarakat bahwa solar saat ini langka.

PPKM Turun Level, Penumpang KRL Solo-Jogja dan Prameks Terus Meningkat

Jumlah penumpang KRL Solo-Jogja mengalami kenaikan setelah ada pelonggaran aturan seiring turunnya status PPKM ke level 2.