Kupat Glabed, Pengganjal Perut Terpopuler di Tegal

Dinamakan ‘Glabed’ karena tekstur kuahnya yang kental. ‘Glabed’ sendiri merupakan istilah lokal masyarakat Kota Bahari untuk menyebut kuah dengan tekstur kental.

 Kupat Glabed (Instagram/@rabancilik)

SOLOPOS.COM - Kupat Glabed (Instagram/@rabancilik)

Solopos.com, TEGAL — Kupat glabed atau yang  juga dikenal sebagai kupat bongkok ini merupakan makanan khas Kota Tegal. Dinamakan glabed karena tekstur kuahnya yang kental. Glabed sendiri merupakan istilah lokal masyarakat Kota Bahari untuk menyebut kuah dengan tekstur kental.

Mengutip dari situs Detik.com, Kamis (29/7/2021), kupat glabed ini akan semakin nikmat jika disantap dengan aneka sate, seperti sate kikil, sate kerang, sate ati ayam, dan sate-sate lainnya. Kupat glabed terdiri atas potongan kupat dicampur dengan kuah kuning yang sudah dibumbui dengan berbagai rempah dan kemudian ditaburi kerupuk beras serta bawang goreng sebagai topping.

Bisa juga ditambah dengan suwiran daging bebek dan disiram dengan kuah sambal khas kupat ini yang dapat memberikan sensasi pedas menyegarkan. Satu porsi kupat glabed ini biasanya dijual dengan harga Rp8.000 per porsi dan harga untuk ragam sate masing-masing Rp3.000 per tusuk. Makanan yang berkembang di era 70-an ini memiliki kuah kental yang biasanya berupa kare tempe dan mie kenyol.

Baca Juga : Menelusuri Gua Terindah se-Indonesia di Kebumen

Kuah kare yang digunakan pada makanan inicukup menarik karena tempe yang digunakan adalah tempe semangit atau tempe yang sengaja dibusukkan. Selain olahan tempe semangit, keunikan lain dari kupat glabed adalah olahan mie kenyol dan kerupuk mi yang direbus hingga lembek dan dimasak dengan bumbu pedas.

Salah satu penjual kupat glabed adalah Ibu Nunung. Warungnya berada di Jl. Merpati No 88A, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan. Jika pembeli ingin menikmati kupat glabed dengan rasa pedas, Nunung biasanya akan menumbuk cabai yang dicampur dengan kuah kental lalu disiramkan ke piring yang  sudah diisi kupat, dan masih disiram  dengan kuah kari tempe semangit, bumbu glabed yang berwarna merah dan kerupuk mie kuning sebagai topping. Warung Kupat Glabed Ibu Nunung ini buka setiap hari dari pukul 17.00 WIB-23.00 WIB

Kemudian ada Warung Kupat Glabed Ibu Wartini yang berlokasi di kelurahan yang sama dengan Warung Ibu Nunung. Meski warungnya tidak berada di pusat kota, namun warung kupat glabed yang kini diteruskan oleh anaknya ini selalu ramai. Warung ini buka dari pukul 16.00 WIB-22.00 WIB

Baca Juga : Geblek, Camilan Tradisional Jawa Selatan Sejak Nenek Moyang

Selain di Kota Tegal, Kupat glabed juga dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Brebes, bedanya kupat glabed di Kabupaten Brebes menggunakan sayur pepaya lengkap dengan santannya. Umumnya, masyarakat Kota Tegal dan Kabupaten Brebes menyantap kupat glabed sebagai santapan makan pagi untuk mengganjal perut yang sudah lapar.

Berita Terkait

Espos Premium

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Ekosistem digital tengah merebak di Indonesia seiring penetrasi Internet yang semakin meluas sehingga kebutuhan penyimpanan data semakin tinggi. Selama ini data penduduk Indonesia berada di luar negeri sehingga penarikan informasi memakan waktu dan jarak yang jauh.

Berita Terkini

Gelar JDC 2021, AMSI Jateng Ingin Tahu Arah Dunia Digital ke Depan

JDC 2021 merupakan salah satu sumbangsih AMSI Jawa Tengah untuk bicara terkait seperti apa arah industri digital ke depan.

Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Cilacap, Presiden Jokowi Ingatkan Warga Taat Prokes

Presiden Jokowi mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Sembilan kota dan kabupaten di Jawa Tengah tercatat menjadi daerah endemis filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Perlu adanya sinergi berbagai potensi masyarakat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak terdampak Covid-19.

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.

Idza Priyanti, Mantan Dirut Perusahaan Transportasi Tegal yang Kini Jadi Bupati Brebes

Idza merupakan wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971. Dirinya merupakan Bupati petahana yang memimpin salah satu kabupaten di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah sejak 2012.

Ini Daftar Objek Wisata di Jateng yang Wajib Tunjukkan Aplikasi PeduliLindungi

Sudah ada 4 destinasi wisata di Jateng yang mewajibkan wisatawan yang berkunjung menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Bandel Buang Limbah di Bengawan Solo, 31 Perusahaan Kena Sanksi

Sanksi administrasi karena terbukti masih membuang limbah yang tidak memenuhi baku mutu di aliran Sungai Bengawan Solo.

Sakti! Bakul Gorengan di Magelang Ini Balik Masakannya Dengan Tangan

Seirabg penjual gorengan di Magelang mendadak viral setelah aksinya membalik masakannya dengan tangan kosong.

Baznas Banjarnegara Kembali Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Rp773 Juta

Pada penyaluran dana kali ini untuk bantuan fakir miskin, menyasar 58 desa yang masuk kategori tertinggal. Per desa dipilih 10 orang sehingga total 580 orang.