ilustrasi PPDB online. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SRAGEN -- Kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 di 17 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Sragen belum terpenuhi baik kuota zonasi reguler maupun keluarga miskin (gakin) atau keluarga kurang mampu (KKM).

Kekurangan itu ditutup dari jalur lainnya yang memungkinkan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Online 2019. Sekretaris Panitia PPDB Online 2019 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Sunar, mengonfirmasi hal tersebut saat dihubungi Solopos.com, Minggu (7/7/2019).

Sejumlah SMPN di dalam kota kebanyakan kekurangan pendaftar pada kuota zonasi KKM sedangkan di sejumlah sekolah perdesaan kekurangan pendaftar pada dua jalur. SMPN Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong dengan kuota kecil saja tidak terpenuhi.

Berdasarkan data di ppdb.sragenkab.go.id, kuota KKM SMPN SBBS Gemolong hanya 19 siswa tetapi belum ada satu pun yang mendaftar hingga penutupan pendaftaran, Sabtu (6/7/2019). Jalur zonasi reguler di SMPN SBBS Gemolong juga tidak terpenuhi.

Jumlah pendaftar hanya delapan orang tetapi dari total pilihan ke SMPN SBBS ada 28 orang dari total kuota 58 orang.

“Ya, memang sekian sekolah yang belum terpenuhi kuotanya karena memang potensi pendaftarnya hanya sejumlah itu. Kami akan lihat peluangnya karena saat ini data masih dianalisis. Kekurangan pendaftar KKM masih bisa ditutup dari jalur reguler. Demikian pula kalau yang kurang pada kuota reguler, KKM yang berlebih bisa masuk. Peluang lainnya dari jalur mutasi orang tua yang pindah tetapi biasanya jumlahnya sedikit,” ujar Sunar.

Sunar menjelaskan jalur prestasi tidak bisa mengisi KKM maupun reguler karena jalur prestasi berasal dari luar zonasi. Tetapi jalur mutasi memungkinkan berasal dari dalam zonasi sekolah.

Sebaliknya, Sunar mengatakan bila kekurangannya pada jalur prestasi bisa diisi dari jalur reguler. Sunar mengatakan kunci penerimaan dari jalur zonasi itu berdasarkan jarak yang paling dekat dengan sekolah.

“Salah satu kasus yang kuotanya belum terpenuhi itu ada di SMPN 1 Sragen, yakni kekurangan pada kuota KKM. Hampir setiap tahun memang kekurangan kuota KKM tetapi bisa ditutup dari jalur reguler yang ada,” jelasnya.

Kepala SMPN 1 Sragen, Wiyono, mengakui kuota KKM di SMPN 1 Sragen masih kurang, yakni dari kuota 44 orang baru terisi 12 orang. Wiyono menjelaskan kekurangan pada kuota KKM itu akan diisi dari jalur reguler yang total pendaftarnya dari tiga pilihan siswa sebanyak 392 orang atau 194 orang yang mendaftar langsung di SMPN 1 Sragen.

“Setiap tahun memang begitu. Ya, ini menunjukkan para pendaftar ke SMPN 1 Sragen itu kebanyakan dari keluarga mampu,” ujarnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten