Kuota PPDB Belum Terpenuhi, SMP di Pinggiran Klaten Pasrah
Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN — Kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP negeri pinggiran Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hingga penutupan pendaftaran secara online belum terpenuhi. Pengelola sekolah hanya bisa pasrah dan menunggu kebijakan dari dinas pendidikan (disdik) setempat.

PPDB SMPN negeri di Klaten digelar secara online pada Rabu-Sabtu (1-4/7/2020). Berdasarkan informasi yang dihimpun pada laman Klaten.siap-ppdb.com, sejumlah sekolah yang kuotanya belum terpenuhi hingga penutupan PPDB online, seperti di SMPN 3 Karanganom.

Total kuota siswa pada PPDB SMPN di wilayah perbatasan Kecamatan Ceper dan Karanganom itu 128 siswa. Hingga penutupan PPDB online, hanya ada 26 siswa yang mendaftar dan semuanya dari jalur zonasi.

Rekomendasi Saham 6 Juli, Simak Saham-Saham Pilihan Analis Ini

SMPN 3 Gantiwarno dari total kuota 192 siswa, ada 117 pendaftar untuk jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi. Di SMPN 2 Karangnongko, dari total kuota 192 siswa, ada 167 pendaftar pada PPDB online.

Kepala SMPN 2 Karangnongko, Anik Ariastuti, mengatakan kuota terisi untuk tiga jalur pendaftaran yakni zonasi, afirmasi, dan prestasi. Pada jalur zonasi, jarak terjauh domisili siswa yang diterima di PPDB SMPN 2 Karangnongko yakni 3,5 km.

Soal jumlah pendaftar yang belum memenuhi kuota hingga penutupan PPDB online, Anik mengaku pasrah.

"Informasinya memang sekolah yang kuotanya belum terpenuhi bisa melakukan PPDB secara offline. Namun, kami tetap menunggu instruksi dari Disdik seperti apa,” kata Anik saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (6/7/2020).

Online Tapi ke Sekolah

Terkait pelaksanaan PPDB, Anik menjelaskan dilakukan sesuai prosedur dengan menggelar PPDB online secara penuh di tengah pandemi Covid-19. Dengan PPDB online secara penuh tersebut, pendaftaran bisa dilakukan dari rumah termasuk mengunggah berkas persyaratan.

Hanya saja, para pendaftar berbondong-bondong sempat berbondong-bondong ke sekolah. Kondisi itu terjadi lantaran masih ada orang tua yang kebingungan mengenai PPDB online sehingga memilih datang ke sekolah.

Bikin Penasaran Nih! Tamiya Toyota Yaris Bakal Segera Diluncurkan

"Kami sifatnya membantu. Kami bantu melakukan scan berkas persyaratan dan mengunggah data," jelas Anik.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Klaten, Lasa, mengatakan hasil PPDB masih menunggu proses verifikasi. Dia membenarkan masih ada sejumlah sekolah terutama di wilayah pinggiran yang kuota pendaftar belum terpenuhi.

"Sampai Sabtu malam memang masih ada beberapa sekolah pinggiran yang belum memenuhi kuota. Tetapi masih menunggu lemparan untuk pilihan kedua," kata Lasa.

Tak Ada Perpanjangan

Lasa mengatakan tak ada perpanjangan pendaftaran PPDB online SMPN di Klaten bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. "Hanya saja nanti setelah pengmuman kami mengizinkan untuk pendaftaran secara offline selama satu hari untuk memenuhi kuota," jelas dia.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Disdik Klaten, Tri Margiyanto, juga menjelaskan masih ada beberapa sekolah terutama di wilayah pinggiran yang jumlah pendaftarannya belum memenuhi kuota.

"Kami masih evaluasi apakah masih ada masyarakat Klaten di pinggiran tersebut yang belum terakses untuk segera kami berikan informasi agar bisa mengakses pendidikan,” jelas dia.

Hari Ini Dalam Sejarah: 6 Juli 1924, Hujan Meteor Landa AS

Tri Margiyanto mengatakan dari total 65 SMPN negeri yang menggelar PPDB online, ada lebih dari 13.000 pendaftar. Sementara, total lulusan SD/MI di Klaten sekitar 19.000 siswa.

"Mudah-mudahan selebihnya itu [sekitar 6.000 lulusan SD/MI] sudah mengakses pendidikan pada jenjang SMP swasta," kata dia.

Pendaftaran PPDB online untuk jenjang SMPN di Klaten digelar pada Rabu-Sabtu (1-4/7/2020). Sementara, analisis dan penyusunan peringkat dilakukan pada Senin-Selasa (6-7/7/2020). Pengumuman PPDB dilakukan secara online pada Rabu (8/7/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom