Kunjungi Sragen, Anggota DPR Peringatkan Beras Impor Jangan Sampai Masuk Daerah Lumbung Pangan

Kunjungi Sragen, Anggota DPR Peringatkan Beras Impor Jangan Sampai Masuk Daerah Lumbung Pangan

SOLOPOS.COM - Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menyerahkan kenang-kenangan kepada Wabup Sragen Dedy Endriyatno di Sragen, Selasa (6/2/2018). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Sejumlah anggota DPR berkunjung ke Sragen untuk memantau ketahanan pangan di daerah.

Solopos.com, SRAGEN -- Komisi IV DPR menyatakan beras impor sudah masuk pasaran dalam negeri menyusul adanya kebijakan impor beras 500.000 ton pada awal Februari ini. Para legislator itu memperingatkan jangan sampai beras impor masuk daerah lumbung pangan karena bakal merugikan petani.

Komisi IV DPR juga meminta pemerintah memperbaiki sistem distribusi beras impor supaya tidak masuk ke pasar sentra pertanian karena akan membuat harga beras jatuh dan petani dirugikan.

“Kalau beras impor masuk di sentra pertanian yang merugikan petani. Beras impor itu ketika dibongkar, pemerintah tidak mengawasi. Entah berasnya ke mana tidak tahu. Nah, teman-teman di daerah ikut menjaga, kami ikut menjaga. Jangan sampai distribusi beras impor itu masuk ke sentra produksi beras. Saya berharap pemerintah ada perbaikan sistem. Kalau begini terus kasihan petani. Sekarang beras impor itu sudah datang di pasar. Siapa yang menjamin beras impor itu masuk gudang Bulog [Badan Urusan Logistik]?” ujar anggota Komisi IV DPR Agustina Wilujeng Pramestuti saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungan ke Gudang Bulog Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Selasa (6/2/2018).

Agustina menyampaikan mekanisme pasar tidak bisa mengawasi peredaran beras impor karena beras impor itu tidak ada labelnya. Dia berpendapat pembentukan tim pengawasan khusus pun tidak mampu menjangkau. Dia menekankan pada perubahan sistem tata niaga beras impor.

“Harusnya yang impor itu Bulog. Yang mengurus izin impor juga Bulog dan yang mendistribusikan juga Bulog. Tetapi kenyataannya yang impor itu orang lain. Mestinya yang memutuskan impor atau tidak itu ya Bulog,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menginginkan sistem yang berkaitan dengan tata niaga urusan pangan itu dijadikan satu lembaga. Kalau cadangan beras nasional dikelola Bulog, sistem tata niaga beras impor itu juga diserahkan ke Bulog, mulai dari pengadaan, keputusan impor atau tidak, dan seterusnya.

“Bulog ini penyangga pangan nasional tetapi di sisi lain sebagai badan usaha milik negara [BUMN]. Kalau kapasitasnya penyangga pangan tidak perlu berpikir pendapatan tetapi yang penting harga stabil. Sebaliknya dalam kapasitas BUMN, Bulog juga harus berpikir target pendapatan negara. Bingung kan?” tuturnya.

Ketua Komisi IV DPR, Edhy Prabowo, setelah melihat kondisi cadangan beras di Gudang Bulog Jawa Tengah menyatakan stok beras Jateng aman. Prediksi produktivitas beras secara nasional sampai April mendatang mencapai 20,7 juta ton.

Dia berpikir data yang dipakai Menteri Perdagangan dan Menteri Koordinasi Perekonomian tentang minimnya stok beras nasional dan menjadi dasar atas kebijakan impor beras itu tidak terbukti.

“Tetapi kebijakan impor beras 500.000 ton tetap jalan terus. Impor beras itu pasti berpengaruh secara psikologis terhadap harga di tingkat petani yang berpotensi jatuh. Pemerintah hanya melihat cadangan beras yang ada di Bulog untuk menentukan kebijakan impor beras tetapi tidak melihat cadangan beras yang ada di masyarakat. Padahal cadangan beras di Bulog itu hanya 8% dari total cadangan beras nasional,” ujarnya.

Kabid Penyuluhan Pasca Panen dan Bina Usaha Dinas Pertanian Jateng Harjuli Hatmono menyatakan stok beras di Jateng surplus dan diprediksi produksi beras di Jateng hingga Maret mencapai 700.000-an ton. “Stok beras Jateng aman dan surplus. Seharusnya beras impor sungkan untuk masuk Jateng,” tuturnya.

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyatakan seluruh petani di Sragen kompak menolak beras impor yang turun di saat musim panen. Karena kebijakan impor beras sudah telanjur jalan, Dedy meminta ada kompensasi pascaimpor beras kepada petani supaya harga di tingkat petani bisa stabil. Di sisi lain, Wabup juga meminta kompensasi tentang hilangnya sawah produktif seluas 220 hektare karena proyek jalan tol.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)