Tutup Iklan
Pertunjukan liong saat perayaan Imlek di Sam Poo Kong, Kota Semarang, Selasa (5/2/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, berkesempatan mengunjungi salah satu objek wisata andalan Kota Semarang, yakni Kelenteng Gedung Batu Sam Poo Kong, saat perayaan Tahun Baru Imlek, Selasa (5/2/2019).

Di objek wisata peninggalan Laksamana Cheng Ho itu, Ganjar meminta agar pihak pengelola lebih sering menggelar event berskala nasional maupun internasional.  Hal itu dilakukan untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di bangunan bersejarah yang didirikan pada abad ke-14 itu.

"Sam Poo Kong ini bagus penataannya. Saya minta soal kebersihannya dijaga. Kemudian ciptakan event-event yang menarik, bisa kelas nasional bahkan kelas dunia, karena tempatnya sangat memenuhi [persyaratan]," kata Ganjar dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Selasa.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sam Poo Kong selama ini memang belum terlalu tinggi. Padahal, objek wisata yang terletak di kawasan Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang itu merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah dan merupakan andalan Jateng.

Data yang diperoleh Semarangpos.com dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng bahkan menyebutkan selama 2018, Sam Poo Kong hanya mampu menarik minat sekitar 9.587 wisatawan asing. Jumlah ini masih tertinggal jauh dari objek wisata lainnya di Jateng, seperti Candi Borobudur maupun Candi Prambanan menarik perhatian wisatawan mancanegara (wisman) hingga ratusan ribu.

Masjid
Selain meminta pihak pengelola memperbanyak event wisata,  dalam kesempatan itu Ganjar Pranowo juga meminta agar didirikan masjid di kompleks situs cagar budaya tersebut.  Gubernur Jateng itu menilai keberadaan masjid di petilasan Laksamana Cheng Ho itu akan menambah semangat pluralisme masyarakat yang berkunjung ke objek wisata tersebut.

Masyarakat atau wisatawan, katanya, akan mendapat pengalaman yang hebat, terutama soal Kebhinneka-Tunggal-Ikaan. Terlebih lagi, imbuhnya, Laksamana Cheng Ho juga merupakan seorang muslim yang melakukan perjalanan dari Tiongkok ke Tanah Jawa pada abad ke-14 silam.

Dalam kunjungan itu, Ganjar turut didamping Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin; Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono; Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi; Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi; dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Saat menyapa ribuan pengunjung, Ganjar meminta mereka turut menjaga dan merawat Sam Poo Kong agar kerukunan dan kemakmuran dapat tercapai. Ganjar juga mengenalkan para pejabat yang hadir kepada para pengunjung.

"Jika Imlek itu biasanya hujan sebagai harapan kesuburan dan ketenangan. Kita berharap [hujan] nanti saja, dan jangan deras-deras, biar tidak banjir," ujarnya.

Peringatan Imlek di Klenteng Sam Poo Kong diawali pada Jumat-Senin (1-4/2/2019), dengan berbagai acara, mulai dari bazar kuliner, lomba kreasi tumpeng, keroncong, barongsai, kostum figure, dan reog Bali. Puncak acara digelar hari ini. Selain mengundang Forkompimda, juga digelar pertunjukan tari Gambang Semarang, barongsai Nacha Dharma, Riana Dancer, penandatanganan lukisan, serta launching aplikasi Go Pay Sam Poo Kong.

Sementara itu, Wagub Jateng, Taj Yasin, sepakat dengan gagasan Ganjar agar ada bangunan masjid di Sam Poo Kong. "Kita ingin menunjukkan bahwa di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah ini benar-benar Bhinneka Tunggal Ika-nya muncul. Apalagi pak Ganjar tadi menyarankan kalau bisa dibangun masjid. Sehingga ada kebersamaan, keberagaman, guyub, rukun, ini harus terus dirawat," katanya.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten