Kunjungi Rumah Anggota PSHT Korban Penyerangan, Kapolresta Solo: Kasus Pasti Ditangani!
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjenguk salah satu anggota PSHT yang jadi korban penyerangan, Senin (21/9/2020). (Istimewa/Humas Polresta Solo)

Solopos.com, SOLO -- Kepala Polresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengunjungi rumah tiga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT korban penyerangan di Mojosongo, Selasa (15/9/2020) lalu.

Kapolresta memastikan kasus penganiayaan itu dalam penanganan oleh jajaran Polresta Solo dengan bantuan Polda Jateng.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kepada wartawan, Senin (21/9/2020), menyampaikan rasa keprihatinannya serta turut mendoakan agar tiga korban cepat pulih.

Dokter RS Ortopedi Meninggal Akibat Covid-19, Gugus Tugas Sukoharjo Siapkan Tracing

Tiga anggota PSHT Solo korban penyerangan itu berinisial AA, 18, AR, 18, keduanya warga Mojosongo. Lalu, AF, 18, warga Banyuanyar.

Ketiganya sempat menjalani perawatan pada RS dr Oen hingga sudah dapat kembali ke rumah. "Serahkan proses penegakan hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Tidak usah ada pengerahan massa atau turun ke jalan karena membuat persoalan ini semakin melebar," papar Kapolresta.

Ia menambahkan saat ini penyidik Polresta Solo masih terus bekerja menyelidiki kasus penganiayaan itu. Menurutnya, penyelidikan itu terus berkembang agar pelaku dapat segera terungkap.

Puluhan Pegawai RSST Klaten Positif Covid-19, Sumber Penularan Masih Misterius

Tidak Mengerahkan Massa

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berkerumun, apalagi saat ini tengah masa pandemi Covid-19. Masyarakat ia minta tetap mempercayakan penanganan perkara penyerangan anggota PSHT Solo itu kepada kepolisian.

"Teman-teman dapat aktif menahan diri agar tidak mengerahkan massa. Kami bekerja profesional, prosedural, dan tuntas untuk menyidik kasus ini," paparnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, penyerangan anggota PSHT juga terjadi di kawasan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (15/9/2020). Akibat penyerangan itu, dua anggota PSHT terluka sabetan senjata tajam.

Hanya Sekali, 32.725 Keluarga Sukoharjo Terima BST Tambahan Rp500.000 Dari Kemensos

Malam hari setelah penyerangan itu, massa berdatangan ke Plaza Manahan Solo karena sebelumnya ada pemberitahuan via pesan berantai ihwal adanya aksi solidaritas.

Polisi berhasil menghalau massa dari berbagai daerah itu agar tidak berkumpul karena selain tengah masa pandemi Covid-19 juga rawan menimbulkan gesekan.

Sempat Kabur, Tersangka Ke-9 dan 10 Kasus Mertodranan Tertangkap Saat Pulang Ke Solo



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom