Tutup Iklan
Konjen AS, Andrew Kelly (tengah), berfoto bersama pejabat Pemkab Madiun di Monumen Kresek Madiun, Senin (26/8/2019). (Istimewa-Pemkab Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat untuk Indonesia, Andrew Kelly, belajar sejarah tentang PKI di https://madiun.solopos.com/read/20190822/516/1013716/tinggal-4-bulan-pendapatan-kabupaten-madiun-baru-capai-5646">Kabupaten Madiun, Senin (26/8/2019). Andrew juga diajak mengunjungi Monumen Kresek di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, yang menjadi peringatan tentang kejahatan PKI. 

Kedatangan Konjen Amerika tersebut disambut oleh Bupati Madiun, Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto; beserta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Madiun di Pendapa Ronggo Djumeno. 

Dalam kunjunganitu, sejumlah produk khas Madiun dipamerkan. Seperti batik khas Madiun, pakaian Kampung Pesilat, brem, cokelat, dan kopi kare. Bahkan, petani kopi kare pun didatangkan untuk menjelaskan dan menyajikan kopi asli Madiun itu. 

Bupati menyampaikan kedatangan Andrew untuk mengetahui potensi dan sejarah Kabupaten Madiun. Bupati juga menceritakan tentang sejarah Kabupaten Madiun. 

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, juga menceritakan sejarah tentang kekejaman PKI yang telah membuat stigma jelek tentang Madiun. Dia menuturkan tidak pernah ada embrio paham komunis di Madiun. 

"Yang ada orang luar Madiun atas nama Musso masuk ke Madiun. Musso berencana menjadikan Madiun pusat aksi pemberontakan PKI. Akan tetapi masyarakat Madiun menolak semua. Karena ajaran itu ada yang salah. Dia tidak membawa Tuhan diajarannya," ujar dia dalam keterangan tertulis. 

Perwakilan Konjen Amerika itu kemudian diajak keliling ke Monumen Kresek untuk mengetahui sejarah PKI di Madiun. 

Andrew Kelly mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Ia menyebut pengalaman sejarah itu menjadi pengalaman hebat untuk mengetahui sejarah Indonesia. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten