Menlu AS, John Kerry (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John F. Kerry, mendukung Menteri Luar Negeri RI, Marty M. Natalegawa, agar fokus mendorong terciptanya code of conduct atau kode tata kelakuan baik di kawasan Laut China Selatan untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu.

Di hadapan ratusan media lokal dan internasional di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Pejambon, Jakarta, Senin (17/2/2014), Kerry mengakui AS sangat bersyukur dengan peranan yang dimainkan Indonesia dalam kerjasama China-ASEAN, termasuk hal yang terkait dengan pentingnya code of conduct di Laut China Selatan.

Menurut Kerry, stabilitas kawasan di masa mendatang akan bergantung kepada code of conduct yang sedang diupayakan tersebut. Oleh karena itu, dia mendukung Marty untuk fokus ke isu tersebut dan mendorong semua pihak agar patuh dan mempercepat proses negosiasi.

"Semakin lama pembuatan COC, maka ketegangan akan terus berlangsung. Saya memberikan rekomendasi kepada Pak Marty agar dapat fokus pada isu tersebut," katanya.

Marty mengakui bahwa sebelum melakukan Sidang Komisi Bersama di Kantor Menlu RI di Kompleks Kantor Kemenlu hari ini, dia dan Kerry telah melakukan pertemuan informal untuk membahas isu-isu regional dan global. "Pembahasan sebenarnya sudah dilakukan sejak kemarin malam pada pertemuan informal dalam jamuan makan malam. Khususnya yang sifatnya global dan regional," ujar Marty.

Menurut Marty, dalam pertemuan informal tersebut kedua menlu membahas sejumlah permasalahan yang bersifat regional dan global. Kedua menlu, ujar Marty, terutama membahas hal-hal yang berkaitan dengan situasi di Asia Pasifik, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur, secara umum.

Marty dan Kerry juga membahas perkembangan situasi di kawasan Laut China Selatan. Khususnya terkait dengan inisiatif Indonesia tentang perjanjian di kawasan untuk mengesampingkan penggunaan kekerasan dan memilih penyelesaian diplomasi.

Kerry melanjutkan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan Menteri Luar Negeri China di Beijing beberapa hari lalu. Kedua menlu tersebut mendiskusikan kekhawatiran perkembangan sikap klaim daerah laut di Laut China Timur dan Laut China Selatan. "Namun demikian, AS yakin hukum internasional akan diterapkan secara ketat di semua negera," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten