Telur rebus (Pictagram)

Solopos.com, SOLO – Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi. Makanan ini bisa menjadi alternatif pengisi energi tubuh. Namun, ada sejumlah orang yang menghindari kuning telur karena dianggap jahat.

Kuning telur memang tinggi lemak dan kolesterol. Itulah sebabnya konsumsi kuning telur sebaiknya dibatasi. -anda-karbohidrat-tak-selalu-bikin-gemuk">Hasil penelitian yang menjadi pedoman diet di Amerika Serikat menyarankan konsumsi telur tak lebih dari 300 miligram per hari guna mengurangi risiko sakit jantung.

Tapi, benarkah kuning telur mengandung kolesterol tinggi? -anda-karbohidrat-tak-selalu-bikin-gemuk">Tahukah Anda nutrisi apa saja yang ada pada telur? Dikutip dari Boldsky, Rabu (13/3/2019), telur utuh mengandung enam gram protein, 13 vitamin dan mineral, lima gram lemak (1,5 gram lemak jenuh), dan 70 kalori.

Dua sendok makan putih telur mengandung tiga gram protein, dua gram mineral (kalium dan natrium), serta 17 kalori. Sementara kuning telur mengandung empat gram protein, termasuk kolin untuk menjaga kesehatan mata dan otak, serta kolesterol.

Lalu, benarkah telur berbahaya bagi yang bermasalah dengan kolesterol? Ahli diet dan olahraga Chicago, Allison Koch, seperti dikutip dari Runners World, mengatakan, kebanyakan orang beranggapan kuning telur meningkatkan kadar kolesterol darah. Akibatnya, banyak orang yang menghindari konsumsi kuning telur. Mereka hanya mengonsumsi putihnya yang terdiri dari protein dan air.

Tetapi, hubungan antara lemak pada makanan dan -anda-karbohidrat-tak-selalu-bikin-gemuk">kolesterol dalam darah tidak seperti yang diduga. Lemak dalam telur yang selalu dianggap buruk sebenarnya membantu tubuh menyerap vitamin D dan E. Jadi, konsumsi telur sebenarnya tidak berbahaya jika jumlahnya wajar. Kuning telur juga membantu pembentukan otot tubuh dibandingkan putihnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten