Ketua Bawaslu Jawa Tengah M. Fajar S.A.K. Arif. (Antara-Istimewa)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng terkait acara deklarasi dukungan 27 kepala daerah untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 01 pada Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Solo, beberapa waktu lalu. Ia menjalani pemeriksaan selama 1,5 jam di Kantor Bawaslu Jateng, Jl. Papandayan, Kota Semarang, Jumat (15/2/2019).

Ganjar datang ke Kantor Bawaslu Jateng sekitar pukul 12.40 WIB atau 20 menit lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Ia datang dengan mengenakan baju adat Jawa yang menjadi seragam dinas pejabat maupun ASN di lingkungan Pemprov Jateng saat hari Jumat.

Ketua Bawaslu Jateng, M. Fajar S.A.K.A, mengatakan pihaknya memanggil Gubernur Jateng untuk memberikan klarifikasi terkait deklarasi dukungan kepala daerah terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Alila, Solo, 26 Januari lalu.

"Tadi ada sekitar 20 pertanyaan dalam waktu 1,5 jam yang kami ajukan ke Pak Ganjar. Pertanyaan seputar kegiatan di Alila, seperti siapa yang punya inisiatif, bagaimana cara mengundang, serta apakah ada fasilitas negara yang digunakan," ujar Fajar saat dijumpai wartawan seusai menggelar pemeriksaan.

Fajar menambahkan saat ini belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur pelanggaran pemilu dalam kegiatan yang diinisiasi Gubernur Jateng itu. Hasil pemeriksaan baru akan diumumkan dalam rapat pleno yang digelar sebelum 21 Februari nanti.

“Kami masih harus menyandingkan hasil pemeriksaan ini dengan yang dilakukan teman-teman di Bawaslu kabupaten dan kota. Setelah itu akan kami rapatkan dalam rapat pleno bersama divisi penindakan," ujar Fajar.

Fajar menambahkan dari seluruh kepala daerah yang hadir dalam acara deklarasi pro-Jokowi itu, masih ada beberapa yang belum dipanggil Bawaslu. Meski demikian, Fajar mengaku tidak hafal.

"Yang saya tahu cuma Pati. Dia belum memberikan klarifikasi. Kalau yang lain saya enggak tahu," kata Fajar.

Sementara itu, Ganjar membenarkan jika dirinya lah yang memiliki inisiatif menggelar acara deklarasi kepala daerah pro-Jokowi itu. Dia juga yang mengundang para kepala daerah dalam acara tersebut. Meski demikian, kepala daerah itu diundang atas nama kader partai pendukung Jokowi dan bukan pejabat pemerintah.

“Saya juga undang mereka saat libur. Kalau yang enggak libur, saya minta cuti kayak Bupati Pati. Saya juga tidak meminta mereka untuk mendukung Jokowi. Itu kewajiban mereka sebagai petugas partai,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten