Ilustrasi bursa kerja (JIBI/Solopos/Antara)

Harianjogja,com, KULONPROGO- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kulonprogo Riyadi Sunarto mengatakan di wilayahnya masih terdapat 23,84% atau 31.454 keluarga miskin yang berkorelasi positif terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja ke luar negeri.

"Tidak mengherankan kalau Kulonprogo menjadi salah satu kabupaten yang paling besar pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, setelah Kabupaten Bantul, dan disusul Gunungkidul," kata Riyadi.

Ia mengatakan pemerintah berusaha menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan ketrampilan supaya masyarakat usia produktif mampu menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri.

Riyadi mengakui untuk meningkatkan taraf perkonomian dituntut untuk bekerja keras, tekun dan pantang menyerah. Namun berbagai kondisi tentunya juga dapat mempengaruhi usaha-usaha tersebut, diantaranya lapangan pekerjaan yang belum tersedia memadai dengan jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan dari pencari kerja yang didukung oleh ketrampilan, serta modal usaha bagi yang akan membuka usaha.

Ia mengatakan meskipun beberapa perusahaan telah beroperasi seperti pabrik rokok, wig, dan beberapa perusahaan yang sedang proses di kawasan industri Sentolo membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit, namun belum mampu mengatasi permasalahan ketenagakerjaan.

"Tidak kita pungkiri lagi minat dari sebagian saudara-saudara kita untuk bekerja di luar negeri masih relatif tinggi karena dirasa penghasilan yang akan diperolehnya cukup menjanjikan. Namun, Pemkab Kulonprogo tidak mengirim TKI menjadi pembantu rumah tangga, kalau pun ada lewat dari wilayah lain," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten