Ada hal yang membedakan antara Pasar Lempuyangan dengan pasar lainnya di Jogja pada malam hari. Jika di pasar tradisional yang ada di Jogja, suasana sepi selalu terlihat, hal itu tidak berlaku di Pasar Lempuyangan.
Ya, pasar yang berada di Jalan Hayam Wuruk tersebut selalu ramai dikunjungi orang, bukan karena ingin membeli sayuran atau bahan kebutuhan pokok, melainkan mereka datang untuk merasakan kuliner khas.
Berbagai warung makan menyajikan makanan khas emperan dan lesehan ala pedagang kaki lima. Salah satunya, warung makan Pak Parno. Berada di sisi selatan dan langsung berhadapan dengan pintu gerbang masuk pasar. Warung yang menyajikan aneka masakan berbau kambing dengan menu utama sate kambing dan tongseng itu mudah dikenali dan siap memanjakan lidah para pecinta daging kambing.
Masakan sate cukup variatif, di antaranya sate bakar, sate goreng, sate ati, sate klathak hingga sate campur.
Selain itu, terdapat menu tongseng yang juga disajikan dalam beberapa varian seperti tongseng daging, tongseng kikil, tongseng kepala, tongseng campur dan tongseng ati. Eits, tunggu dulu, warung ini juga menyajikan makanan khas seperti nasi goreng kambing dan gulai kambing.
Kesemua menu, disajikan dan diracik di tempat, tentunya dengan harga yang masih terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Satu porsi makanan tersebut bisa dihargai mulai Rp17.000 hingga Rp25.000.
Maryati, pemilik warung Pak Parno mengungkapkan warung yang dikelolanya mulai mangkal dan menjajakan makanan serba kambing sejak 1989. Agar tetap bisa bertahan dan tidak ditinggalkan para pelanggan, dirinya mengaku tetap mempertahankan bumbu dan irisan daging kambing yang besar-besar dalam setiap tusuk sate maupun tongseng.
Salah satu pelanggan warung makan Pak Parno, Kunto, 55,warga Tegal Panggung, Pakualaman, Jogja mengaku telah lama menjadi pelanggan warung tersebut.
“Saya biasa pesan tongsengnya, kaldu dan dagingnya pas,” ucapnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten