Bakmi Jowo (kulinerpanduanwisata.id)

Kuliner Semarang kaya jenis dan rasa. Salah satunya bakmi jowo. Masakan ini banyak dijajakan di warung kaki lima.

Solopos.com, SEMARANG – Singgah di Kota Semarang, jangan lupa jajal kelezatan bakmi jowo. Masakan ini mudah dijumpai saat malam hingga dini hari.

Sebagaimana diunggah Kantor Berita Antara, Selasa (24/3/2015), selain banyak dijajakan di warung tenda kaki lima bakmi jowo juga banyak ditawarkan oleh pedagang keliling.

Dari ratusan pedagang bakmi jawa yang tersebar di kawasan kota dan kampung, ada beberapa yang layak dicoba.  Selain masakannya enak, hidangan pinggirannya, seperti satai dan kerupuk, juga layak santap.

Silakan coba Bakmi Jawa Pak Waris di depan makam Bergota, Bakmi Ayu di Jalan Lamper, bakmi jowo (tanpa nama) di depan Indomaret Jalan Sambiroto, Bakmi Jowo Pak Hasto Jalan Tentara Pelajar, Bakmi Jowo Pak Ateng, dan Bakmi Jowo Pak Rebi di Jalan Menteri Supeno.

Anda cukup menyodorkan lembaran Rp20.000 untuk menikmati sepiring mi, teh panas, kerupuk, dan satu-dua tusuk satai ayam bakar.

Beda Rasa

Ada berbedaan cukup mencolok antara bakmi jowo dengan mi bangka maupun mi bandung.  Bakmi jowo memiliki memiliki kuah kuning kecokelatan. Namun ada juga bakmi jowo yang dimasak digoreng alias tanpa kuah.

Selain mi, juga ada tambahan bihun putih sebagai sumber karbohidrat. Kol, sawi, dan tomat, merupakan sayuran wajib dalam makanan favorit bakmi jowo ini.

Sepanjang Anda tidak menolak, ketiga sayuran tersebut tersaji bersama bakmi jowo. Suwiran ayam menjadi hiasan di atas mi bersama bawang merah goreng. Bila tidak ingin kolesterol menumpuk, tinggal bilang tanpa telur.

Bila Anda tidak puas dengan suwiran ayam yang memang hanya sedikit itu, hampir semua penjual bakmi jowo menyediakan satai ayam. Bisa disantap langsung atau dibakar tiris kecap.

Penampilan bakmi jowo antara racikan pedang satu dengan lainnya boleh sama. Ketepatan meracik bumbulah yang membedakan kelezatan mi jawa satu dengan lainnya.

Entah siapa yang memberi nama bakmi jowo. Mungkin penamaannya sekadar untuk membedakan dengan mi jakarta, mi bandung, mi bangka, mi surabaya, atau mi ayam yang juga hadir di mana-mana. Yang jelas, cara memasak bakmi jowo memang beda dengan mi ayam biasa.

Bakmi jowo memakai mi basah berwarna kuning. Baik goreng maupun rebus, mi basah ini harus dimasak kembali. Tujuannya, selain agar ketika dihidangkan tetap panas, racikan bumbu tambahan selama proses memasak itulah yang bikin lezat masakan ini.

Hampir semua penjual bakmi jowo memakai arang untuk memasaknya karena diyakini bisa menghasilkan rasa lebih sedap ketimbang bila memakai eplji.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten