Kuliner Lethok, Berawal dari Inisiatif Warga Ngawi pada Masa Penjajahan

Kuliner lethok bermula dari kreativitas warga Ngawi yang memadukan babat sapi dengan tempe pada masa penjajahan.

 Lethok khas Ngawi. (Instagram/@wijang78)

SOLOPOS.COM - Lethok khas Ngawi. (Instagram/@wijang78)

Solopos.com, NGAWI — Lethok menjadi salah satu makanan legendaris yang hingga kini masih digemari masyarakat Ngawi. Kuliner berbahan dasar tmpe ini bermula dari kreativitas masyarakat Ngawi mengolah babat dengan tempe.

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kembdikbud), kuliner ini berkembang saat zaman penjajahan Belanda di Ngawi, tepatnya di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, yang merupakan perkampungan Belanda. Di kawasan tersebut tedapat permakaman Belanda dan juga tempat jagal sapi.

PromosiMengenal S.G. Alan Thomas, Atlet Serba Bisa yang Prakarsai Piala Thomas

Baca Juga: Penasaran? Kira-Kira Ada Apa di Alun-Alun Ngawi Terbesar se-Jawa Timur

Daging sapi dari jagal tersebut dikonsumsi orang-orang Belanda. Sementara bagian lain seperti babat dijual murah ke masyarakat setempat. Masyarakat yang membeli babat tersebut kemudian berinisiatif memadukan dengan tempe bosok untuk santapan sehari-hari.

Lethok diketahui mirip dengan kuliner lain yakni sambal tumpang. Meski mirip, kuliner lethok khas Ngawi ini memiliki sejumlah perbedaan dengan sambal tumpang, di antaranya dalam proses pembuatan, campuran, dan bumbu.

Kuliner lethok terdapat campuran lauk, sementara sambal tumpang tanpa campuran lauk atau daging. Lethok terbuat dari tempe segar, sedikit tempe medem atau tempe busuk, dan santan. Makanan ini juga dapat dipadu dengan babat, iga sapi, dan lainnya.

Kekhasan lethok terdapat pada tempe dan babat. Dua bahan tersebut juga membuat kuliner khas ini bertahan dan tetap digandrungi masyarakat Ngawi. Manyantap lethok biasanya dengan nasi dan urap. Selain itu juga kerap disandingkan dengan pecel dan kerupuk beras.

Baca Juga: Kriuk! Camilan Keripik Tempe Khas Ngawi, Sudah Pernah Coba?

Harganya Murah

Lethok menjadi makanan yang digemari banyak orang. Di Ngawi, kuliner lethok dapat ditemui di Pasar Besar. Dalam penyajiannya, lethok milik Mbah Tumini dipincuk menggunakan daun pisang.

Bagi yang ingin mencoba kuliner legendaris ini, cukup merogoh kocek Rp5.000 hingga Rp10.000. Santapan lezat ini dapat ditemui di Pasar Besar, Ngawi, setiap hari.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Hutan Madiun, Ini Ciri-Cirinya

Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di Gunung Kendil, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Madiun.

Gara-Gara KKN di Desa Penari, Pengunjung Bioskop di Ponorogo Melonjak

Pengunjung bioskop di Ponorogo City Center (PCC) melonjak tajam saat penayangan film KKN di Desa Penari.

Sita 279 Ton Pupuk Bersubsidi Ilegal, Polda Jatim Tangkap 24 Orang

Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menyita sebanyak 279,45 ton atau 5.589 karung pupuk bersubsidi ilegal yang melibatkan 24 orang tersangka.

Hebat! Siswi MAN 2 Ponorogo Ini Raih Beasiswa Kuliah di Kanada

Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, lolos mendapatkan beasiswa Indonesia Maju untuk kuliah di University of British Columbia (UBC) Kanada.

Polisi: Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Diduga karena Sopir Bus Ngantuk

Polisi menduga kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto disebabkan sopir bus yang mengantuk.

Berikut Identitas Korban Meninggal Dunia dan Luka-Luka di Tol Surabaya

Berikut ini nama-nama korban meninggal dunia dan luka-luka dalam kecelakaan lalu lintas maut di Tol Surabaya-Mojokerto.

Legenda Golan Mirah di Ponorogo, Warga Desanya Tak Bisa Saling Menikah

Legenda Golan Mirah yang ada di Kabupaten Ponorogo sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dipercaya hingga sekarang.

Pemkot Surabaya Bantu Siapkan Pemakaman Korban Kecelakaan di Tol Sumo

Pemerintah Kota Surabaya mengirimkan delapan unit mobil ambulans ke RSUD Wahidin Mojokerto untuk membawa sejumlah jenazah yang menjadi korban dalam kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto atau Sumo pada Senin (16/5/2022).

Deklarasikan Hari Menggambar Nasional, Warga Madiun Melukis Bersama

Belasan pelukis dan warga mendeklarasikan Hari Menggambar Nasional.

Bentrokan Antar Perguruan Silat Terjadi di Perlintasan KA Madiun

Aksi bentrokan antar perguruan silat terjadi di perlintasan kereta api di wilayah Kota Madiun.

Kawanan Ubur-Ubur Muncul di Pantai Probolinggo Lebih Awal dari Biasanya

Kawanan ubur-ubur muncul lebih awal di pantai Probolinggo, Jawa Timur.

Mantap! Desa di Magetan Ini Dikembangkan Jadi Sentra Ikan Koi

Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dikembangkan menjadi sentra budi daya ikan koi.

Langka! Ubur-ubur Sudah Penuhi Kawasan Pantai Probolinggo

Fenomena cukup langka terjadi di kawasan pantai di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), di mana kawanan ubur-ubur sudah bermunculan.

Selama Lebaran 2022 KAI Daop Jember Angkut 281.016 Penumpang

Jumlah penumpang tersebut naik dan turun di wilayah kerja Daop 9 Jember sepanjang Pasuruan hingga Banyuwangi, Jawa Timur sejak 22 April - 13 Mei 2022.

Puluhan Warga Desa di Jombang Alami Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Puluhan warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kabupaten Jombang, mengalami keracunan secara massal usai menyantap makanan dari nasi kotak di pengajian.

Orang Malang Suka Membalik Kata, Ternyata Ini Awal Mulanya

Ini alasan orang Malang, Jawa Timur (Jatim) suka membalikan kata atau menggunakan bahasa Walikan.