KULIAH GEOGRAFI POLITIK: Ki Poerwahadiningrat Hadirkan Petruk Mabar Piwulang
Ki Poerwahadiningrat berlatih di Sanggar Wong Kampoeng Contemporary di Kampoeng Ngoro Tengah, Triyagan, Sukoharjo. Latihan itu untuk pelaksanaan metode pembelajaran baru dengan menggunakan wayang kulit. (Istimewa)
Ki Poerwahadiningrat berlatih di Sanggar Wong Kampoeng Contemporary di Kampoeng Ngoro Tengah, Triyagan, Sukoharjo. Latihan itu untuk pelaksanaan metode pembelajaran baru dengan menggunakan wayang kulit. (Istimewa)

SOLO—Dalang Ki Poerwahadiningrat akan menyampaikan materi mata kuliah Geografi Politik dengan metode pembelajaran baru wayang kulit, di Padepokan Ki Purba Asmoro di Gebang, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Rabu (6/3) malam.

Dalang yang memiliki nama Prof Dr Andrik Purwasito DEA itu menuturkan pentas wayang kulit itu mengambil judul Petruk Mabar Piwulang. Pementasan wayang kulit tersebut bakal direkam dan dipamerkan pada acara Expo UNS tahun 2013 dalam rangka Dies Natalis ke-37 UNS, di Student Center Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dikemukakan dia, wayang kulit itu dapat disaksikan pada Expo UNS tahun 2013. “Bahasa yang dipakai campuran Bahasa Jawa, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia,” ujar Ki Poerwahadinigrat saat dihubungi Solopos.com, Senin (4/3).

Menurut dia, mata kuliah Geografi Politik merupakan materi kuliah bagi mahasiswa semester II di Program Studi (Prodi) Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS.

Ki Poerwahadinigrat menuturkan Petruk Mabar Politik pada garis besarnya menyampaikan bahwa prinsip tindakan kebijakan dan fenomena politik selalu berhubungan dengan letak geografis.

Ketua Prodi HI FISIP UNS itu menambahkan pementasan wayang kulit itu didukung dosen-dosen Institut Seni Indonesia (ISI) yaitu Ki Sriyanto SKar MSi, Rambiyo SSn MSi dan Darmadi SSn. “Sebagai konsultan yaitu Ki Manteb Sudarsono dan Ki Purba Asmoro,” tambah Ki Poerwahadiningrat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom