Tutup Iklan

Kuliah di UT Surakarta Ternyata Fleksibel Banget, Lulusannya Banyak yang Jadi PNS Lho

Di bawah ini terdapat berbagai keunggulan kuliah di UT Surakarta yang sifanya fleksibel banget. Lulusannya banyak yang jadi PNS lho!

 UT Surakarta di Jl. Raya Solo-Tawangmangu Km 9,5, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jateng. (Solopos.com-Ginanjar Saputra)

SOLOPOS.COM - UT Surakarta di Jl. Raya Solo-Tawangmangu Km 9,5, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jateng. (Solopos.com-Ginanjar Saputra)

Solopos.com, SOLO — Ternyata kuliah di Universitas Terbuka atau UT Surakarta fleksibel lho, di bawah ini buktinya.

Perlu diketahui, wilayah kerja UT Surakarta meliputi semua wilayah di Soloraya, yaitu Solo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri dan Sragen. Selain itu, juga Salatiga dan Grobogan.

Baca Juga: UT Surakarta Jadi Pioner Pembelajaran Online Perguruan Tinggi di Indonesia

UT Surakarta yang kampusnya berlokasi di Jalan Raya Solo – Tawangmangu, Km 9,5 Sapen, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah ini ternyata menerapkan pembelajaran jarak jauh. Hal ini sangat memudahkan mahasiswanya sehingga tak perlu datang jauh-jauh ke kampus.

Kampus negeri satu ini juga tidak melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk jenjang diploma dan sarjana sehingga siapa saja bisa berkuliah di sini. Hal ini dibenarkan oleh Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati.

Baca Juga: Sempat Dirawat di ICU, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal karena Covid-19

Ia mengatakan UT Surakarta ingin memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk merasakan kuliah. Selain itu, ia juga ingin meningkatkan angka partisipasi sumber daya manusia di Indonesia untuk jenjang pendidikan tinggi.

“Jadi begini untuk program diploma dan sarjana kita tidak melakukan seleksi. Siapapun bisa kuliah dan belajar di UT, dijamin bisa diterima. Kenapa seperti itu? Alasannya begini kan yang namanya harkat martabat suatu bangsa, salah satu tolak ukurnya adalah kualifikasi dan kualitas sumber daya manusianya. Itu pasti, bukan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur bisa tercapai karena SDM-nya,” jelas dia kepada Solopos.com pada Jumat (2/7/2021).

Baca Juga: Juara Euro 2020, Italia Gagalkan Skenario Inggris Football is Coming Home

Pada kesempatan itu, Yulia bercerita, banyak mahasiswa yang kuliah di UT Surakarta terkadang disepelekan karena jelas pasti diterima dan juga menggunakan sistem pembelajaran e-learning.

Ia menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, sebagai perguruan tinggi negeri, UT Surakarta harus mengedepankan kualitas melalui pencapaian akreditasi dan sertifikasi. Yulia mengatakan, bantahan-bantahan tersebut terpatahkan ketika banyak lulusan UT Surakarta yang diterima sebagai PNS.

Baca Juga: Pembatasan Mobilitas Bakal Tambat Operasional Ojol?

“Itu memang kita mendominasi untuk penerimaan PNS-nya. Artinya begini, kalau melalui seleksi nasional itu kita banyak diterima di situ artinya tidak perlu diragukan lagi kualitas UT. Itu sudah pengakuan masyarakat dan pemerintah juga. Barangkali mereka yang masih meragukan coba masuk ke UT,” ungkap Yulia.

Penerimaan Mahasiswa Baru UT Surakarta

Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin kuliah di UT Surakarta segera mendaftarkan diri hingga 11 Agustus 2021. UT Surakarta menerima lulusan SMA dan sederajat serta program paket C.

Nantinya, calon mahasiswa yang mendaftar hingga 11 Agutus 2021 ini akan menjalani perkuliahan pada September 2021. “Penerimaan mahasiswa baru sepanjang tahun Januari – Desember kami layani. Hanya saja aktif perkuliahannya ada periode sendiri, seperti saat ini ada penerimaan mahasiswa baru hingga 11 Agusus 2021, nanti aktif kuliah September. Kemudian yang mendaftar setelah 11 Agustus akan aktif di Januari 2022,” jelas Manager Registrasi dan Asesmen UT Surakarta, Ratih Paramitasari.

Baca Juga: Dari Sini Sapi Kurban Bantuan Jokowi…

Perempuan berusia 37 tahun itu mengatakan pendaftaran mahasiswa baru dilakukan secara online melalui sia.ut.ac.id. Kemudian, nanti pihak UT akan memverifikasi data dan setelah itu mahasiswa mendapatkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

Yulia menambahkan kuliah di UT Surakarta sangat fleksibel waktunya. Ia mencontohkan, misalnya mahasiswa asal Salatiga yang pindah domisili ke luar Jawa tetap masih bisa kuliah di UT Surakarta.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Solo Tambah 526 Orang Sehari, Gedung Isolasi Ditambah

“Mahasiswa UT Surakarta tapi domisili tidak lagi di Surakarta. Mungkin karena pindah kerja. Mereka tidak perlu pindah kuliah. Karena nanti saat ujian bisa melakukan numpang ujian,” beber Yulia.

“Nanti ujiannya online sehingga lebih fleksibel. Mahasiswa bisa menentukan sendiri ujiannya kapan dan sesi berapa. Lokasi ujian onlinenya mendekati domisili mereka. Kami juga bekerja sama dengan Disdik Kabupaten/Kota sehingga lokasi ujiannya bisa di sekolahan,” tambah Ratih.

Baca Juga: Harga Sapi Di Klaten Naik Rp1 Juta-Rp2 Juta per Ekor Jelang Iduladha

Selain aksesbilitas, kemudahan lain yang didapatkan mahasiswa UT Surakarta adalah dari segi pembiayaan. Kuliah di UT Surakarta biayanya sangat terjangkau.

Bahkan, UT Surakarta menyediakan beasiswa bagi calon mahasiswa, yakni beasiswa program KIP-K dan CSR. Kedua beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan SMA yang ingin mendaftar ke UT.  Selain itu, ada beasiswa yang dikhususkan untuk mahasiswa UT Surakarta semester 3 sampai 7, yakni beasiswa PPA.

Baca Juga: Masyarakat Surabaya Lawan Penertiban PPKM Darurat

“Kita hampir setiap tahun dapat kuota penerima mahasiwa KIP-K yang dananya dari pemerintah dan CSR yang dananya dari mitra UT. Untuk rekrutmen dikhususkan siswa yang sudah lulus tiga tahun ke belakang. Dan yang penting adalah membidik siswa yang secara akademik potensial bagus tapi secara ekonomi terhalang. Dari seleksi ini, kami punya kuota 1 kelas, kurang lebih 25 mahasiswa,” ucap Ratih.

Untuk memperoleh beasiswa KIP-K, calon mahasiswa bisa mendaftar lewat laman resmi Kemendikbud hingga 6 Juli 2021.

Berita Terkait

Berita Terkini

Siapa Pengganti Azis, Partai Golkar Janji Umumkan Rabu

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang akan mengantarkan langsung surat pengganti Azis Syamsuddin ke DPR.

Menteri Luhut: Ritel dan Rekreasi Mulai Ramai

Pelonggaran PPKM di sejumlah wilayah berimbas ramainya sektor ritel dan rekreasi.

Adies Kadir Gantikan Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua Umum Golkar

Adies Kadir kini menjabat Wakil Ketua Umum Golkar Bidang Politik, Hukum dan Keamanan

Sejarah Hari Ini : 28 September 1928, Obat Ajaib Penisilin Ditemukan

Berbagai peristiwa bersejarah terjadi di tanggal 28 September, di antaranya penemuan penisilin oleh Alexander Fleming.

Pimpinan KKB Senat Soll meninggal di RS Bhayangkara Jayapura

Salah seorang pimpinan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Senat Soll alias Ananias Yaluka, meninggal di RS Bhayangkara, Jayapura.

Dipecat PSI, Viani Limardi Ngotot Hadiri Interpelasi Anies Baswedan

Viani Limardi mengaku belum menerima surat pemecatan dirinya sebagai anggota DPRD maupun kader PSI.

Tak Gila, Penyerang Ustaz di Batam Ditahan Polisi

Penyerang Ustaz Abu Chaniago di Batam, Kepulauan Riau, beberapa hari lalu dipastikan tidak gila.

Diberhentikan sebagai Wakil Rakyat, Ini Kesalahan Viani Limardi

Viani Limiardi juga dipecat sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Gigi Hiu Megalodon Banyak Ditemukan di Sukabumi, Segini Harganya

Gigi hiu Megalodon bahkan kerap diburu penambang karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

Harga Anjlok, Peternak Ayam Malah Bagi Telur Gratis

Cara unik memprotes anjloknya harga telur dilakukan oleh puluhan peternak ayam petelur di Magetan, Jawa Timur.

Ini Dia Diorama Penumpasan PKI yang Bikin Gatot Nurmantyo Prihatin

Gatot Nurmantyo prihatin diorama penumpasan PKI telah hilang dari museum di Markas Kostrad, Jakarta Pusat. 

Segera Hentikan Pendanaan Proyek Energi Kotor di Indonesia

Presiden China Xi Jinping berjanji tidak akan membangun atau membiayai proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di luar negeri.

Panglima TNI: Tudingan Gatot Nurmantyo Soal Paham Komunis Tak Ilmiah

Tudingan Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo soal isu komunisme tak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Gatot Nurmantyo: Komunis Menyusup ke Semua Lini Kekuasaan

Bukan hanya di tubuh TNI, Gatot menyebut paham komunisme juga secara masif menyusup di semua lini kekuasaan.

Pemerintah Dukung Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi mendapat dukungan pemerintah untuk bisa kembali pulih.

Gatot Nurmantyo Tuding TNI Disusupi Paham Komunis, Apa Kata Kostrad?

Tudingan Gatot Nurmantyo langsung memanaskan tensi politik Tanah Air menjelang Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2021.