Loket pelayanan pencairan santunan kematian di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus mengusulkan kenaikan anggaran untuk pemberian santunan kematian kepada ahli waris di daerah itu pada 2020 menjadi Rp7,6 miliar.

"Usulan kami tahun 2020 senilai Rp7,6 miliar termasuk untuk pemberian bantuan uang tunggu untuk pasien sakit di kelas III. Sementara anggaran tahun ini dialokasikan senilai Rp5 miliar," kata Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Bantuan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Agung Eko Raharjo di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (22/11/2019).

Ia mengungkapkan usulan kenaikan anggaran pada APBD 2020 tersebut sudah mempertimbangkan berbagai hal. Untuk pemberian santunan kematian 2019, kata dia, sudah menyasar 4.106 keluarga penerima manfaat.

Adapun besarnya santunan yang diberikan Rp1 juta untuk warga yang meninggal karena sakit, sedangkan meninggal karena kecelakaan Rp2,5 juta. Uang bantuan untuk warga Kudus yang menjalani perawatan di rumah sakit di ruang kelas III tercatat 824 orang dengan nilai bantuan Rp50.000.

Jika sebelumnya santunan kematian harus lama menunggu pencairannya maka tahun ini diupayakan sehari langsung cair. "Dengan catatan semua persyaratan lengkap sehingga bisa secepatnya dicairkan," ujarnya.

Agar pencairannya dalam waktu sehari, Pemkab Kudus sebelumnya juga menginstruksikan camat atau kepala desa turut membantu warganya tersebut. Adanya santunan kematian tersebut, diharapkan bisa meringankan beban keluarga ahli waris, terutama dari keluarga tidak mampu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten