Kudus Minta Pasok Elpiji Dinaikkan 23,48%, Untuk Apa?
Ilustrasi distribusi elpiji kemasan kabung kapasitas 3 kg. (Solopos-Dok)

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mengajukan alokasi tambahan elpiji kemasan tabung ukuran 3 kg untuk kebutuhan selama 2019. Kenaikan pasok yang diharapkan mencapai 9,82 juta tabung atau naik 23,48% dibanding kebutuhan tahun 2018.

"Untuk realisasi penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi sampai dengan bulan Desember 2018 sebesar 7,95 juta tabung dengan rata-rata penyaluran setiap bulan 662.693 tabung," papar Kepala Seksi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Teddy Hermawan di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (18/12/2018).

Dengan penyaluran elpiji yang diprediksi hingga akhir Desember 2018 sebesar itu, kata dia, ketika dinaikkan 23,48%, maka jumlahnya menjadi 9,82 juta tabung. Ia mengatakan usulan kenaikan 23,48% tersebut sudah mempertimbangkan berbagai hal, di antaranya terkait pertumbuhan penduduk dan kepala keluarga baru, serta adanya disparitas harga antara elpiji nonsubsidi dengan elpiji bersubsidi.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan tersebut juga sudah mempertimbangkan peningkatan penggunaan elpiji 3 kg untuk kegiatan usaha mikro sektor indusri, makanan olahan, dan kegiatan pedagang kaki lima kuliner. Jumlah kepala keluarga di Kabupaten Kudus sampai dengan semester pertama tahun 2018, kata dia, tercatat sebanyal 264.542 keluarga.

Diperkirakan pengguna elpiji 3 kg mencapai 85% dengan rasio penggunaan sebanyak 9 kg per keluarga per bulan.  Sementara itu, jumlah usaha mikro atau pedagang kaki lima (PKL) kuliner dan makanan olahan diperkirakan sebanyak 2.740 pedagang dengan rasio penggunaan sebanyak 27 kg per keluarga per bulan.

Untuk itu, kata dia, guna memenuhi kebutuhan elpiji tabung ukuran 3 kg bersubsidi di Kabupaten Kudus tahun 2019 mengajukan usulan kenaikan alokasi sebesar 23,48 persen dari total prognosa realisasi penyaluran tahun 2018. Ia mengatakan usulan sebanyak 9,82 juta tabung setara dengan 29,45 juta metrik ton.

Terkait alokasi bulan Desember 2018, dia memastikan, tersedia cukup meskipun secara catatan sesuai data penyaluran hingga Oktober 2018 sisa alokasinya sebesar 1.142.813 tabung. Dengan alokasi sebanyak itu, maka untuk kebutuhan November dan Desember 2018 setiap bulannya tersedia alokasi 571.406 tabung.

"Karena menghadapi Natal dan tahun baru, dimungkinkan akan ada penambahan alokasi dari pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya. Terlebih lagi, sambungnya, masyarakat kategori mampu bisa membeli elpiji nonsubsidi dengan berbagai alternatif, seperti elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Ia berbarap kebutuhan elpiji bersubsidi di Kabupaten Kudus cukup dan tidak ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan elpiji, terutama warga tidak mampu yang lebih berhak mendapatkan komoditas bersubsidi tersebut.   Penyaluran elpiji 3 kg di Kabupaten Kudus melalui sembilan agen dengan jumlah pangkalan sebanyak 825 pangkalan.

Adapun kesembilan agen elpiji tersebut, yakni PT Bahtera Agung Sentosa, PT Lentera Cahaya Migas, PT Pelita Harapan, PT Aminah Maju Jaya, PT Bahagia Santosa, PT Dwi Audrine Putri, PT Ngupoyo, PT Lutfi Andalusia, dan PT Explorindo Solusi Gasindo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom