Tutup Iklan

Kudu Tahu! Ini 7 Ciri-Ciri Warung Pakai Jin Pelaris

Kisah misteri kali ini membahas ciri-ciri warung yang memakai jin pelaris untuk pesugihan.

Kudu Tahu! Ini 7 Ciri-Ciri Warung Pakai Jin Pelaris

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tempat makan. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Kabar warung makan yang ramai karena pesugihan dengan jin pelaris bukan rahasia lagi. Sampai saat ini diyakini masih ada sejumlah tempat yang mengandalkan pesugihan dalam mencari pelanggan.

Pengelola channel Youtube Ainun Thahira yang sering mengulas hal-hal mistis mengunggah video tentang ciri-ciri warung yang memanfaatkan ajian pelaris, Minggu (5/7/2020).

Menurut Ainun, ajian penglaris bisa dipakai di berbagai tempat, mulai dari rumah makan, toko baju, toko kelontong, dan sebagainya. Sesuai dengan namanya, keberadaan jin pada ajian pelaris membantu agar suatu toko memiliki banyak pembeli.

Mbah Minto Klaten Kantongi Uang Ratusan Juta Berkat Vlog

Ada beberapa jenis ajian pelaris, yaitu dengan memanfaatkan jin peludah, jin penjilat piring, pocong, jimat, benda-benda keramat, ajian sempak kuah bakso, dan lainnya.

Cara kerja jin peludah adalah dengan meludahi setiap piring yang berisi makanan. Sementara itu, jin penjilat baru akan menjilat jika piringnya sudah dicuci terlebih dahulu. Tujuan keduanya ialah agar makanan itu terasa enak.

Ciri-Ciri

Berikut ini ciri warung yang memiliki jin pelaris. Pertama, rasa makanannya enak. Tetapi makanan itu akan terasa berbeda jika seseorang berdoa sebelum makan.

Kedua, tempatnya kotor, namun banyak orang yang tetap ingin makan di sana. Makhluk-makhluk gaib memang menyukai tempat yang kotor dan lembap.

“Kotor itu merupakan syarat bagi pemilik warung agar warung itu menjadi laris,” kata Ainun.

Misteri Siluman Macan Putih di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

Ketiga, ada ruangan terlarang. Tempat itu digunakan sebagai rumah bagi jin pelaris. Selain itu, tempat tersebut dapat digunakan sebagai lokasi ritual bagi pemilik warung. Biasanya ruangan itu berada di dekat toilet, dapur, atau belakang warung.

Keempat, warung justru tutup pada hari kerja, misalnya hari Senin, Rabu, dan Kamis.

Kelima, tempat cuci piring jauh atau terpisah dari bangunan utama. Ainun berkata bahwa persayaratan tersebut tidak begitu aneh. Namun, tidak ada salahnya untuk merasa curiga.

Dulu Cuma Rp20.000, Berapa Bayaran Mbah Minto Klaten Sekarang? 

Keenam, pemilik warung dengan jin pelaris itu sendiri yang meracik bumbu meskipun sudah memiliki banyak karyawan. Selain itu, dia juga menangani langsung perhitungan uang atau menempati posisi sebagai kasir.

Ketujuh, makanan tidak boleh dibungkus karena akan berubah menjadi tidak enak.

“Karena kekuatan magis penglaris hilang saat melewati jembatan ataupun perempatan jalan,” ujar Ainun. (Razita Dewinta Anggraeni/JIBI/Semarangpos.com) 

Berita Terkait

Berita Terkini

Guru Modis Guru Idola Masa Kini

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 9 Juni 2021. Esai ini karya Astutiati, guru di SDN 1 Brangkal, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Telantar 1,5 Jam di RS, Pasien Covid-19 di Sragen Dibawa Pulang Keluarga

Keluarga pasien asal Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, dibuat kesal karena tidak ada rumah sakit yang mau merawat pasien tersebut setelah dinyatakan positif Covid-19.

Jaga Kota Solo Aman, Ormas dan Polisi Harus Lakukan Ini

Kondisi keamanan dan ketertiban Kota Solo merupakan barometer keamanan dan ketertiban skala Nasional. Oleh karenanya rasa persatuan dan kesatuan harus selalu terjaga.

Positif Covid-19, Tujuh Anggota TNI Jalani Karantina Di Benteng Vastenburg Solo

Tujuh anggota TNI positif Covid-19 saat hendak menjalankan tugas TMMD dan saat ini menjalani karantina di Benteng Vastenburg Solo.

4 Warga Meninggal Kena Covid-19, 1 Gang di Kota Mojokerto Lockdown

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, mengatakan saat ini tracing diperluas ke Sidomulyo gang 3.

Gas! Rute ke Gunung Telomoyo Magelang Pacu Adrenalin

Pengunjung yang akan ke puncak Gunung Telomoyo Magelang harus mempunyai kemampuan bersepeda motor yang baik agar sampai tujuan.

Duh! Gara-Gara Postingan Di Medsos, 6 Orang Rusak 2 Rumah Dan Aniaya Warga Mojogedang Karanganyar

Enam orang ditangkap polisi karena nekat rusak rumah warga Mojogedang, Karanganyar, gara-gara tersinggung dengan postingan di media sosial.

Prediksi Italia Vs Swiss: Misi Amankan Tiket 16 Besar

Timnas Italia berpotensi menjadi tim pertama yang menyegel tiket ke fase gugur Euro 2020 tapi harus menumbangkan Swiss dalam laga kedua Grup B.

Selamat, Warga Miri Sragen Dapat Grandprize Mobil dari BRI

Nasabah BRI Unit Gemolong II, Sragen, Wahyuningsih, mendapat hadiah mobil Suzuki All New Ertiga dalam Panen Hadiah Simpedes Semester II 2020.

Cegah Covid-19, Yuk Bikin Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Mangga

Tim pengabdian Riset Grup Plasma Science and Technology FMIPA UNS menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan alami cegah Covid-19.

1 Lagi Pasien Covid-19 Dari Klaster Masjid Paulan Karanganyar Meninggal

Jumlah kasus positif Covid-19 yang meninggal dari klaster masjid di Paulan, Colomadu, Karanganyar, bertambah satu orang.

Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.