Kucurkan Rp5,6 M ke Yusuf Mansur, Nur Syamsu Yakin Uang Kembali

Nama besar Ustaz Yusuf Mansur yang membuat dirinya tidak punya prasangka macam-macam saat ditawari investasi pada tahun 2009 silam. 

 Nur Syamsu, jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Jakarta menginvestasikan dana Rp5,6 miliar dalam bisnis batu bara Ustaz Yusuf Mansur. (Youtube Thayyibah Channel)

SOLOPOS.COM - Nur Syamsu, jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Jakarta menginvestasikan dana Rp5,6 miliar dalam bisnis batu bara Ustaz Yusuf Mansur. (Youtube Thayyibah Channel)

Solopos.com, TANGERANG — Seorang pegawai swasta di Bogor, Nur Syamsu menyetor uang Rp5,6 miliar dalam investasi bisnis batu bara yang digalang Ustaz Yusuf Mansur pada tahun 2009. Namun belakangan bisnis itu mandek dan tidak ada kejelasan hingga kini.

Menagih lebih dari 10 tahun, upaya warga Bogor, Jawa Barat itu belum membuahkan hasil. Meskipun demikian ia meyakini dapat kembali mendapatkan haknya tersebut.

PromosiSupaya Pelajaran Sejarah Menarik, Komikkan Saja!

Nur Syamsu bergabung dengan sejumlah investor bisnis batu bara lainnya dan berencana menggugat Yusuf Mansur. Saat ini, salah satu gugatan perdata telah masuk ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) oleh investor atas nama Zaini Mustofa.

Zaini menggugat Yusuf Mansur dengan nilai Rp98 triliun!

“Ketika teman-teman berniat menggugat ya saya ikut saja. Saya sih penginnya dapat solusi yang terbaik,” ujar Nur Syamsu dalam wawancara dengan wartawan Heri Muhammad Yusuf, dan dikutip Solopos.com, Senin (17/1/2022).

Nur Syamsu tidak menyangka bakal menjadi korban investasi. Nama besar Ustaz Yusuf Mansur yang membuat dirinya tidak punya prasangka macam-macam saat ditawari investasi pada tahun 2009 silam.

Tanpa pikir panjang Nur Syamsu langsung berinvestasi dalam proyek yang teknisnya diurusi oleh Adiansyah, Direktur Utama PT Adi Partner Perkasa itu. Di perusahaan tersebut, Yusuf Mansur menjabat Komisaris Utama.

“Awal-awal itu saya taruh Rp400 juta dulu. Seiring waktu terjadi peningkatan, dari 2009 sampai bener-bener tutup 2012. Totalnya saya investasi Rp5,6 miliar,” katanya.

Nur Syamsu bertutur, sebelum berinvestasi itu dirinya dalam kondisi yang resah lantaran merasa aktivitas kerjanya membuat dirinya jauh dari Tuhan.

Baca Juga: Penggugat: Yusuf Mansur Berjanji Ganti Semua Investasi Batu Bara 

Ia pun berusaha menebus itu dengan sering mendatangi Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur, Bogor untuk beribadah.

Seringnya ia di masjid itulah yang menjadi awal pertemuannya dengan investasi batu bara yang digalang Ustaz Yusuf Mansur.

“Saya di pekerjaan tidak bisa salat ontime. Saya mikir apa bener pekerjaan saya itu. Terus saya datangi masjid, subuhan. Jadi awalnya saya tidak tahu dengan JBN (investasi Jabal Nur, proyek investasi batu bara di Masjid Darussalam) ini. Sampai suatu ketika ditawari salah satu pengurus BMT di masjid ini,” ujarnya saat memberi kesaksian kepada wartawan Heri Muhammad Yusuf di Masjid Darussalam itu pada September 2021.

Nur Syamsu mengaku tak butuh lama untuk ikut investasi itu karena presentasinya dilakukan oleh dai kondang Yusuf Mansur. Tawaran bagi hasil yang menggiurkan sebesar 11,3% dari setiap transaksi penjualan batu bara serta bersedekah rutin 14,3% untuk pondok pesantren milik Yusuf Mansur.

“Saya mikir, ini seperti solusi dari Allah. Saya mikir kalau memang pekerjaannya saya ini menjauhkan saya dari Allah, kalau ada bisnis yang menggantikan pendapatan dari pekerjaan saya. Saya bisa dapat penghasilan tapi tetap taat beribadah. Bisa menjadi orang kaya, saleh, banyak amal, di dunia kaya raya, bisa bermewah-mewah, mati masuk surga. Siapa yang tidak pengin,” tuturnya.

Baca Juga: Fantastis! Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp98 Triliun di PN Jaksel 

Upaya menagih terus dilakukan Nur Syamsu bersama ratusan jemaah lainnya yang ikut investasi. Namun hingga tahun 2022 ini upaya tersebut belum membuahkan hasil. Seperti para investor lainnya, ia pun berencana menggugat Yusuf Mansur untuk mendapatkan kembali haknya.

“Ketika ruhani dinaikkan akalnya hilang. Korbannya ada yang doktor, pengusaha, orang-orang pinter. Sekarang saya hidup mengontrak,” katanya.

Dalam klarifikasinya, Yusuf Mansur menegaskan dirinya tidak pernah menipu dalam bisnis batu bara di Kalimantan Selatan pada 2009.

“Soal tipu menipu mah kagak. Soal batu bara saya dibilang nipu, kagak! Dari dulu malah saya ngalah mulu, ikut ganti ikut bayar beberapa orang, malah ada satu orang Rp23 miliar itu. Saya juga gak tahu dapat duit dari mana itu bisa ganti. Belum yang lain-lain itu, yang nyelonong ke rumah saya, kalau sekarang mah enggak. Kalau sekarang ada yang mau mempermasalahkan ke polisi aja udah, buktiin di sono aja udah. Selama ini juga ke polisi melulu, pakai pengacara melulu ya gak apa-apa,” tutur suami dari Siti Maemunah tersebut.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Kedubes RI Pertanyaan Alasan Singpura Tolak Abdul Somad

KBRI Singapura menerima informasi dari ICA Singapura bahwa penolakan (refusal of entry) didasarkan alasan tidak eligible untuk mendapatkan ijin masuk berdasarkan kebijakan imigrasi.

Diundang Jokowi, Elon Musk ke Indonesia November 2022

Elon Musk mengakui ada diskusi proyek masa depan dengan Presiden Jokowi dan akan datang ke Indonesia pada November 2022.

Bahas Video Marah-Marah, Yusuf Mansur: Saya Memang Ekspresif

Yusuf Mansur mengatakan dirinya memang tipikal orang yang ekspresif ketika menyampaikan sesuatu.

Rumah Dibom Molotov, Ustaz di Aceh Doakan Pelaku

Abdullah mengatakan saat pelemparan bom terjadi ia tidak berada di rumah karena sedang memenuhi undangan untuk menghadiri sebuah kegiatan syukuran kelahiran anak.

Aniaya Pelaku Balap Liar, 5 Polisi di Manokwari Ditahan

Kejadian pengeroyokan remaja oleh lima polisi itu terjadi pada Sabtu (14/5/2022) malam lalu.

Diterpa Banyak Masalah, Yusuf Mansur: Tak Ada Badai Semua Pelangi

Yusuf Mansur bahkan menyebut semua masalah yang menerpa dirinya saat ini sebagai pelangi.

IDI: Nakes Ucapkan Terima Kasih ke Airlangga Kendalikan Pandemi Covid-19

Menurut IDI, Airlangga Hartarto menjadi sosok sentral dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

5 Polres di Jateng Naik Level, Salah Satunya Klaten

Kelima Polres yang naik level tersebut yakni Polres Cilacap, Polres Magelang, Polres Pati, Polres Batang, dan Polres Klaten.

Imigrasi: Tidak Ada Masalah dengan Dokumen Abdul Somad

Penolakan Abdul Somad oleh Singapura sepenuhnya wewenang negara tetangga Indonesia tersebut.

Dokumen UAS Oke tapi Imigrasi Indonesia Tak Bisa Intervensi Singapura

Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI menyatakan tidak ada masalah keimigrasian dalam perkara yang menimpa Ustaz Abdul Somad (UAS) di Singapura.

Kejagung Kembali Tahan Mafia Minyak Goreng, Ini Sosoknya

Kejagung menetapkan analis independen Lin Che Wei sebagai bagian dari mafia minyak goreng yang bekerja sama dengan oknum di Kementerian Perdagangan.

Selain Indonesia, Ini Negara yang Membebaskan Warganya Tak Bermasker

Sebelum Indonesia, sejumlah negara sudah lebih dulu membolehkan warganya tak lagi memakai masker di tempat umum.

Pengacara: Korban Yusuf Mansur Silakan Hubungi Saya, Gratis!

Zaini mengatakan, apa yang dilakukan Yusuf Mansur kepada banyak investor dalam beberapa investasi yang digalangnya sebagai bentuk kezaliman.

Pelonggaran Masker Berlaku Per 18 Mei 2022

Pemerintah mengingatkan pelonggaran masker tersebut tidak berlaku bagi warga yang rentan penyakit serta yang dalam kondisi badan tidak sehat.

Elon Musk Ancam Batalkan Beli Twitter, Ini Alasannya

Twitter yang tidak mau memberikan data tentang akun bot kurang dari 5 persen dari pengguna, membuat Elon Musk mengacam batalkan pembelian Twitter.

Datangi Jakarta, Petani Sawit Tuntut 5 Hal ke Presiden Jokowi

Mereka mengadukan nasib petani sawit terkait pelarangan ekspor sawit oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).