Kuartal II, Tunggakan Listrik Area Surakarta Capai Rp3,8 Miliar
Ilustrasi layanan kelistrikan (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO—Tunggakan listrik di Area Surakarta sepanjang tahun 2013 sampai dengan awal bulan Oktober ini mencapai nilai Rp3,8 miliar.

Angka ini meningkat jika dibanding dengan posisi tunggakan akhir tahun lalu yang masih berkisar Rp3,5 miliar. “Masih ada sekitar 30.658 pelanggan dari sekitar 1,2 juta pelanggan listrik di area Surakarta yang belum bayar listrik,” kata Pejabat Humas PLN Area Surakarta, Soeharmanto, saat ditemui solopos.com, di ruang kerjanya, Sabtu (12/10/2013).

Dia menyebutkan angka tunggakan ini merupakan akumulasi tunggakan selama Januari-Oktober ini. Biasanya, dia melanjutkan, setiap tanggal 20 angka tunggakan meningkat tajam karena banyak pelanggan yang terlambat membayar listrik. Tetapi awal bulan biasanya angka tunggakan itu turun dan sampai saat ini jika ditotal masih ada Rp3,8 miliar kewajiban pelanggan yang belum dibayarkan.

Soeharmanto juga mengakui nilai tunggakan ini masih jauh dari target nilai tunggakan maksimal yang ditetapkan untuk area Surakarta. Jika tahun lalu PT PLN Area Surakarta ditarget bisa menekan angka tunggakan di angka Rp1,8 miliar, tahun ini targetnya terus ditekan ke angka hanya Rp200 juta.

“Ini cukup berat sebenarnya. Karena posisi saat ini saja masih Rp3,8 miliar.”

Ada beberapa upaya PLN agar nilai tunggakan ini bisa ditekan. Antara lain terus mengintensifkan penagihan ke rumah-rumah pelanggan. Karena memang menurut Soeharmanto, kebanyakan penunggak adalah dari pelanggan rumah tangga. Jika pada batas waktu yang ditentukan biaya listrik tersebut tidak dibayar, maka akan dilakukan pemutusan jaringan listrik.

Selain itu, pada hari libur PT PLN juga membuka sejumlah loket pembayaran listrik. “Salah satunya dengan membuka loket pembayaran listrik keliling.” Migrasi pemakaian listrik dari pascabayar menjadi prabayar juga ditujukan untuk menekan angka tunggakan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho