Belanda (Reuters-Andrew Boyers)

Solopos.com, BELFAST — Michael O’Neill masih menyimpan amarah seusai timnya Irlandia Utara kalah 1-3 daari Belanda dalam pertemuan di De Kuip, Rotterdam, 11 Oktober 2019 lalu. Pangkal masalahnya yakni pernyataan Ronald Koeman yang menyebut Irlandia Utara bermain keterlaluan keras dan mengerikan untuk ditonton.

O’Neill menegaskan bukan tugas para pemainnya untuk menghibur Belanda di laga panas itu. Sebab Norn Iron, julukan Irlandia Utara, tengah mati-matian untuk menjaga asa lolos ke putaran final Piala Eropa kali kedua secara beruntun. O’Neill merasa tak perlu minta maaf atas pendekatan agresif timnya di Rotterdam.

“Jika anda melihat permainan bola di Rotterdam, saya tak bisa membayangkan ada bedanya dengan pertandingan lain yang dijalani Belanda,” sindir O’Neill seperti dilansir Belfast Telegraph.

Sang pelatih pun kembali memompa mental anak asuhnya ketika giliran menjamu Tim Oranye di Stadion Windsor, Belfast, Minggu (17/11/2019) dini hari WIB. Hanya kemenangan yang dapat menjaga asa Irlandia Utara lolos langsung ke Piala Eropa 2020.

Hal itu masih dengan syarat Jonny Evans dkk. mampu menaklukkan Jerman di partai pamungkas Grup C. Adapun Belanda hanya butuh hasil seri di Belfast untuk lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

“Belanda akan datang ke sini tahu bahwa jika mereka tidak dikalahkan, mereka sebenarnya sudah lolos. Jadi mereka dalam posisi sangat kuat,” kata O'Neill.

Tuan rumah berpotensi kembali menyajikan permainan ngotot, keras dan menghujani kotak penalti Belanda dengan bola-bola lambung. Ini tantangan berat buat Virgil van Dijk dkk. dalam duel kualifikasi yang sudah memasuki saat-saat terakhir. Belanda sejatinya masih amat berpeluang lolos andai keok melawan Irlandia Utara. Ini karena di laga pamungkas mereka “hanya” akan melawan Estonia.

Namun mereka tentu tak ingin tergelincir dan ingin memberikan tampuk klasemen pada rival mereka, Jerman. Tim Panser sendiri bakal lolos jika mengalahkan Belarusia di Borussia Park, Minggu, sedangkan Irlandia Utara gagal mengalahkan Belanda.

Bisa juga dengan hasil seri melawan Belarusia asal Irlandia Utara kalah. Namun anak asuh Joachim Low mendapat sedikit cobaan dengan absennya pemain penting seperti Marco Reus, Kai Havertz dan Julian Draxler. Absennya ketiga pemain itu menambah daftar panjang cedera di tubuh Jerman.

Kehilangan Reus bisa dibilang paling terasa karena dia sedang tajam dengan torehan lima gol di Bundesliga. Reus juga menyumbang satu gol saat Jerman menang 2-0 atas Belarusia di pertemuan pertama.

Beruntung Jerman masih punya Serge Gnabry dan Timo Werner yang sama-sama tengah melejit di kompetisi domestik. Tim Panser diyakini bakal menang mudah lantaran Belarusia sudah tidak memiliki peluang lolos melalui kualifikasi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten