Tutup Iklan

KSP SAB: Meminjam ke Satu Pinjol Ilegal, Ditagih Banyak Pinjol

Korban menerima beberapa pinjaman bervariasi dari sejumlah aplikasi pinjol ilegal sebesar Rp1,2 juta sampai Rp1,6 juta tanpa persetujuannya.

 Situs kspasb.com hanya menampilkan tulisan China, Jumat (22/10/2021). (Abu Nadhif)

SOLOPOS.COM - Situs kspasb.com hanya menampilkan tulisan China, Jumat (22/10/2021). (Abu Nadhif)

Solopos.com, JAKARTA — Koperasi Simpan Pinjam Solusi Andalan Bersama (KSP SAB) melakukan praktik curang dengan mendaftarkan satu aplikasi resmi namun mempunyai 22 aplikasi ilegal.

Modus pelaku pinjol ilegal ini adalah memperbanyak pengajuan peminjaman ke banyak aplikasi lain tanpa sepengetahuan korbannya.

Setelah itu, korban diteror untuk melunasi peminjaman yang tidak ia lakukan.

“Ditangkap JS yang merupakan fasilitator WNA Tiongkok, perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur PT yang fiktif yang digunakan sebagai operasional pinjol ilegal, dan juga sebagai pemodal untuk mendirikan perusahaan atau KSP fiktif yang diduga digunakan untuk operasional pinjol ilegal,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika saat dimintai konfirmasi Detikcom, Jumat (22/10/2021).

Dari SMS

Brigjen Helmy Santika membeberkan awal mula pihaknya membongkar KSP Solusi Andalan Bersama.

Polisi mengungkapkan ada korban yang mendapat SMS dari aplikasi pinjol bernama Pinjaman Nasional yang belakangan diketahui dikelola secara ilegal oleh KSP Solusi Andalan Bersama.

“Berawal pada Juli 2021, korban menerima informasi pesan SMS di HP milik korban berupa link aplikasi Pinjaman Nasional,” ujar Helmy.

Korban mengaku mendapat penawaran dari pinjol ilegal Pinjaman Nasional untuk meminjam uang dengan bunga rendah. Bahkan tenor waktu untuk melunasi pinjaman tersebut juga lama.

Korban kemudian tertarik untuk mengunduh aplikasi pinjol ilegal tersebut serta mengajukan peminjaman uang.

Baca Juga: Pinjol Pemicu Ibu Wonogiri Bunuh Diri Dibiayai Koperasi Simpan Pinjam 

“Setelah melihat informasi penawaran pinjaman online tersebut, di mana tercantum penawaran bunga rendah dan tenor waktu panjang serta tidak ada pemotongan biaya, korban tertarik dan men-download, kemudian menginstal aplikasi tersebut untuk mendaftar sebagai peminjam dengan persyaratan memasukkan data diri, pekerjaan, dan nomor rekening bank,” tuturnya.

Setelah diverifikasi, korban mengajukan pinjaman Rp1,2 juta dengan tenor 91-140 hari. Namun yang terjadi berikutnya justru mengagetkan.

Korban malah menerima beberapa pinjaman bervariasi dari sejumlah aplikasi pinjol diduga ilegal sebesar Rp1,2 juta sampai Rp1,6 juta tanpa persetujuannya.

Korban juga diharuskan melunasi semua pinjaman itu dalam tenggat 7 hari.

Lima hari kemudian, korban mulai mendapat ancaman dari nomor-nomor tak dikenal untuk segera melunasi pinjamannya.

“Lima hari kemudian, korban menerima pesan dari WhatsApp dari beberapa nomor handphone dengan isi pesan penagihan pinjaman terkait aplikasi Pinjaman Nasional dan mendapatkan pengancaman,” terang Helmy.

Tidak Sesuai

“Dikarenakan nilai dana dan tenor pinjaman yang tidak sesuai informasi di awal, korban tidak merespons penagihan tersebut. Dan setelah korban tidak merespons, korban menerima pesan dari keluarga korban bahwa korban mendapatkan pesan yang berisi penghinaan dan pencemaran sehingga melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian,” sambungnya.

Helmy mengungkapkan kepolisian langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan. Delapan saksi diperiksa dalam kasus ini.

Tiga orang yang diduga terlibat dalam KSP Solusi Andalan Bersama diciduk Bareskrim. Mereka adalah JS selaku pendana, MDA selaku Ketua KSP Solusi Andalan Bersama, dan SR.

Sejumlah barang bukti disita dari para tersangka. Polisi menyita puluhan NPWP KSP hingga ratusan akta pendirian KSP.

Dalam penelusuran Solopos.com, KSP Solusi Andalan Bersama hanya mendaftarkan satu aplikasi ke  Direktorat Tata Kelola Aplikasi Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Baca Juga: Karyawan Pinjol Pemicu Warga Wonogiri Bunuh Diri Bergaji Rp15 Juta 

Aplikasi yang didaftarkan tersebut bernama Solusiku. Solusiku mendapatkan nomor daftar 02547/DJAI.PSE/06/2020 tertanggal 8 Juni 2020.

Namun belakangan diketahui, KSP SAB mempunyai 22 aplikasi pinjol lainnya yang tidak didaftarkan ke Kemkominfo di antaranya Pinjaman Nasional dan Fulus Mujur.

Aplikasi Fulus Mujur itu yang tercatat di salah satu catatan WI, ibu rumah tangga di Wonogiri, Jawa Tengah yang bunuh diri beberapa waktu lalu.

Solopos.com, Jumat (22/10/2021), berusaha membuka situs kspsab.com namun tidak berhasil. Situs tersebut hanya menampilkan tulisan dalam huruf China dan tidak bisa diakses.

Helmy menjelaskan, KSP SAB yang dimodali JS mengelola sejumlah aplikasi pinjol ilegal, di antaranya aplikasi pinjol bernama Fulus Mujur hingga Pinjaman Nasional.

Ia membenarkan pinjol Fulus Mujur inilah yang mengirim uang ke ibu di Wonogiri yang akhirnya gantung diri, beberapa waktu lalu.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa korban meninggal gantung diri diakibatkan telah meminjam di 23 aplikasi pinjaman online ilegal. Salah satu di antaranya yaitu aplikasi Fulus Mujur yang dikelola oleh KSP Solusi Andalan Bersama,” ucapnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Cerita Kampung Renteng Jadi Lautan Debu, Tertimbun Abu Gunung Semeru

Kampung Renteng i Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi lautan debu akibat tertimbun abu vulkanik erupsi Gunung Semeru.

BNPB: 13 Orang Meninggal, Puluhan Warga Terluka akibat Erupsi Semeru

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengungkapkan erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur hingga Minggu (5/12/2021).

Cerita Wabup Lumajang: Warga Terjebak Erupsi Semeru, Kasihan Pak

BNPB menyiapkan dua unit helikopter untuk kebutuhan evakuasi korban letusan Gunung Semeru dan ada tiga satuan setingkat kompi TNI.

PVMBG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Semeru Bisa Lebih Jauh

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bisa lebih jauh dari saat ini.

+ PLUS KND Bisa Mendegradasi Isu Hak Asasi Manusia Menjadi Urusan Sosial

Dalam kenyataan empiris, salah satu kesulitan terbesar selama ini adalah mentransformasikan disabilitas dari isu sosial menjadi isu hak asasi manusia.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah di Solo Baru, Kisah Pilu Novia

Ulasan tentang harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo menjadi berite terpopuler di Solopos.com, Minggu (5/12/2021) pagi.

Gunung Semeru Meletus, Waspada Potensi Lontaran Batu Pijar di Puncak

Ada beberapa potensi bahaya akibat Gunung Semeru meletus yang perlu diwaspadai.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Semarang

Hari kedua, Minggu (5/12/2021), Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group bersiap mengeksplorasi beragam layanan digital di Prodia dan XL Axiata yang menjadi tulang punggung ekonomi digital di Jawa Tengah.

Gunung Semeru Meletus, Merapi & 2 Gunung Lain Siaga

Peristiwa Gunung Semeru meletus memengaruhi kondisi tiga gunung berapi lain termasuk Merapi yang saat ini berada dalam status siaga.

Inilah Penyebab Gunung Semeru Meletus

Badan Geologi menduga Gunung Semeru meletus akibat curah hujan yang membuat kondisi endapan lava tidak stabil.

Sejarah Hari Ini : 5 Desember 1957, Geger Peristiwa Sinterklas Hitam

Beragam kejadian bersejarah terjadi pada 5 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya peristiwa Sinterklas Hitam.

Polisi Temukan Bukti Bripda RB dan Korban Dua Kali Aborsi

Polisi temukan bukti aborsi dalam kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Polda Jatim Tahan Bripda RB Terkait Bunuh Diri Novia Widyasari

Polda Jawa Timur menahan Bripda RB terkait kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Jembatan Putus Akibat Lahar Semeru, Jalur Piket Nol Lumajang Ditutup

Jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang lewat selatan di jalur Piket Nol ditutup total.

BMKG: Abu Vulkanik Semeru Tak Ganggu Penerbangan di YIA & Adi Soemarmo

BMKG menyebutkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru sejauh ini belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara YIA dan Bandara Adi Soemarmo.