Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

 Pelaku pencabulan santriwati di Magelang ditahan di Mapolres Magelang, Kamis (19/5/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari

SOLOPOS.COM - Pelaku pencabulan santriwati di Magelang ditahan di Mapolres Magelang, Kamis (19/5/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari

Solopos.com, MAGELANG — Seorang pengasuh pondok pesantren di Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santrinnya. Modusnya adalah meminta dibuatkan kopi.

Tersangka berinisial SA, 36, diduga melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak sembilan kali. Tindakan tersangka yang merupakan warga sekitar pondok pesantren itu dilakukan sejak Agustus 2021 hingga Oktober 2021.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kejadian ini bermula saat korban yang masih berusia 15 tahun itu sering diminta membuatkan kopi oleh pelaku. Kopi tersebut lantas diantarkan ke kamar pelaku.

Sesampainya di kamar, pelaku pun melakukan bujuk rayu dan meraba-raba payudara dan alat kelamin korban yang masih berstatus pelajar SMP itu.

“Dan suatu ketika pelaku meminta korban membuatkan kopi lalu diantar ke kamar pelaku. Di dalam kamar tersebut, pelaku melakukan bujuk rayu dan meraba-raba santriwati tersebut. Mulai meraba raba payudara dan alat kelamin korban,” jelas Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, dalam konferensi pers, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Menikmati Indahnya Alam Borobudur dari Bukit Dagi Magelang

Pelaku SA mengaku sudah menjadi pengasuh selama 12 tahun. Ia juga mengaku mengenal korban sudah lama.

“Kerja disana 12-an tahun, dan kenal korban sudah lama. Saya menyesal dan tidak mau mengulang kembali,” sambung Kapolres Magelang.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal tindak pidana pencabulan terhadap anak; sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 UURI No. 17/2016; tentang Penetapan Perppu No.1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UURI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda 5 Miliar,” tegas Kapolres.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul: Pengasuh Pondok Pesantren di Magelang Diduga Cabuli Santriwati hingga 9 Kali

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Hasil PPBD Jateng 2022 Diumumkan, Ini Jumlah Peserta yang Diterima

Pengumuman hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri diumumkan melalui situs web ppdb.jatengprov.go.id.

Ini Hasil PPDB SMA dan SMK Negeri di Jateng Tahun 2022

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah atau Disdikbud Jateng telah mengumumkan hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri.

Cerita Mantan Pengguna Ganja di Semarang, Setuju untuk Medis?

Berikut cerita seorang mantan pengguna ganja yang saat ini menjadi konselor adiksi atau menanggani orang-orang yang kecanduan narkoba di Kota Semarang.

Desa Tertinggi di Jateng Masuk 50 Besar ADWI

Desa tertinggi di Jateng, yakni Desa Sembungan masuk dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI.

Wow! Desa Tertinggi di Jateng Ternyata Lebih Tinggi dari Gunung Ungaran

Inilah desa yang didapuk sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa dan Jawa Tengah atau Jateng, dengan ketinggian sekitar 2.300 mdpl.

Simak! Begini Cara Akses Pengumuman Hasil PPDB Jateng 2022

Berikut tutorial atau cara mengakses pengumuman hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri.

Pengumuman Hasil PPDB Jateng 2022 Hari Ini, Ini Kata Kadisdikbud

Pengumuman hasil PPDB Jateng 2022 untuk jenjang SMA dan SMK negeri akan dilaksanakan hari ini, Senin (4/7/2022).

Deretan Bus Bumel Semarang-Jogja: Bodi Aduhai, Satset di Jalan Berliku

Deretan bus bumel trayek Semarang-Jogja pernah menjadi primadona di jalanan pada masanya.

Apa Kabar Sumanto Pemakan Mayat dan Kisah Kanibalisme di Indonesia

Pada awal 2000an lalu, Jawa Tengah digegerkan dengan kabar kasus kanibalisme sosok pria bernama Sumanto asal Purbalingga yang menjadi pemakan mayat Nenek Rinah.

Fenomena Embun Es di Dieng, Cantik Tapi Beracun?

Embun es yang muncul sebagai fenomena alam tahunan di Dataran Tinggi Dieng sering disebut racun oleh warga sekitar.

Begini Prakiraan Cuaca di Semarang Hari Ini, Minggu (3/7/2022)

Berikut prakiraan cuaca hari ini di Semarang dan sekitarnya pada Minggu (3/7/2022).

Kecamatan Tersepi di Banyumas Sebagian Penduduknya Gunakan Bahasa Sunda

Berikut fakta terkait kecamatan tersepi atau paling lenggang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).

Miris! Perempuan Perampok Pengemudi Ojol di Semarang Masih Remaja

Pelaku perampokan sepeda motor ojek online di Semarang ternyata perempuan yang masih berusia belasan tahun atau remaja.

Wow! Selamatkan Puluhan Sumber Mata Air, Pria Pemalang Raih Kalpataru

Kisah inspiratif datang dari pria Pemalang yang mendapat penghargaan Kalpataru atas dedikasinya dalam konservasi lingkungan hidup dan menyelamatkan puluhan sumber mata air.

Anggota DPRD Jateng: Jangan Sampai Anggota Karang Taruna Nganggur

Menurut anggota DPRD Jateng Baginda Muhammad Mahfuz anggota karang taruna harus bisa menunjukan kemampuan yang bermanfaat.