Kronologi Penangkapan Hakim PN Balikpapan, Berawal dari Kresek Isi Rp100 Juta
Wakil Ketua KPK Laode Syarif (tengah) di Gedung KPK beberapa waktu lalu. (Antara - Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA -- KPK menjelaskan kronologi penetapan tiga orang sebagai tersangka suap penanganan perkara pidana di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan 2018. Dalam kasus ini, seorang hakim ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni diduga sebagai penerima suap yakni hakim PN Balikpapan, Kayat. Sedangkan diduga sebagai pemberi suap, yaitu Sudarman, seorang wiraswastawan, dan Jhonson Siburian seorang advokat.

"Dalam tangkap tangan ini, KPK mengamankan lima orang di Balikpapan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Lima orang itu yakni Sudarman, Jhonson Siburian, Rosa Isabela yang merupakan staf Jhonson, hakim Kayat, dan panitera muda pidana Fahrul Azami. Syarif menjelaskan bahwa tim KPK mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang dari Jhonson kepada Kayat.

"Diduga penyerahan uang tersebut untuk membebaskan terdakwa dari perkara pidana dengan dakwaan penipuan yang disidang di Pengadllan Negeri Balikpapan," ucap Syarif.

Selanjutnya, kata dia, pada Jumat (3/5/2019) sekitar pukul 17.00 Wita di halaman parkir depan PN Balikpapan, Rosa terlihat berjalan ke arah mobil Kayat yang diparkir di depan PN Balipapan. Rosa membawa sebuah kantong kresek plastik hitam (dua lapis) berisi uang Rp100 juta.

"Saat RIS sampai di mobil berwarna silver yang diduga merupakan mobil KYT dan ingin meletakkan uang tersebut mobil dalam keadaan terkunci. Kemudian RIS menghubungi KYT agar membuka kunci mobil," ungkap Syarif. Kayat diduga membuka kunci mobil dari kejauhan menggunakan remote control.

"Setelah mobil terbuka, JHS mendatangi RIS dan meletakkan uang dalam plastik kresek tersebut di kursi mobil silver dan kemudian satu lapis kresek hitam lainnya digunakan untuk membawa botol minuman bekas sambil berjalan menjauhi mobil tersebut. Diduga hal ini dilakukan agar seolah-olah tetap terlihat membawa kantong kresek hitam meskipun uang telah ditinggalkan di mobil KYT," tuturnya.

Tidak lama berselang, kata Syarif, setelah Rosa dan Jhonson pergi, Kayat datang ke mobil silver tersebut. Tak lama kemudian, tim KPK segera mengamankan Kayat dan barang bukti uang Rp100 juta di dalam tas kresek hitam yang ada di mobil tersebut serta uang Rp28,5 juta yang ada di tas Kayat.

"Tim lain juga mengamankan JHS dan RIS yang masih berada di lingkungan PN Balikpapan. Tiga orang tersebut kemudian dibawa ke Kantor Kepolisian Daerah Kalimantan Timur," kata Syarif.

Kemudian tim KPK membawa Jhonson ke kantornya di kawasan Jl Syarifudin Yoes dan mengamankan uang Rp99 juta dalam pecahan Rp100.000.

"Diduga uang ini merupakan bagian uang yang diberikan SDM untuk mengurus perkara pidana di PN Balikpapan. Kemudian tim menuju rumah Sudarman di daerah Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan. Di sana, pada pukul 19.00 WITA tim mengamankan SDM," ungkap Syarif.

Selanjutnya pada pukul 21.00 Wita, tim KPK turut mengamankan Fahrul di rumahnya di daerah Jl MT Haryono. "Pukul 09.00 WlB Sabtu pagi ini, lima orang yang diamankan di Balikpapan tersebut tiba di Gedung KPK, Jakarta dan dilanjutkan proses pemeriksaan dan klarifikasi," ujar Syarif.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom