Kronologi Kecelakaan Minibus di Gunung Pegat Wonogiri, 8 Orang Meninggal

Minibus Panca Tunggal melintasi jalan desa yang menanjak dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Kondisi jalan bercor beton itu licin dan berlumut.

 Kondisi minibus yang terperosok setelah tidak kuat menanjak, Senin (21/11/2022) malam. (Luthfi Sobri Marzuqi)

SOLOPOS.COM - Kondisi minibus yang terperosok setelah tidak kuat menanjak, Senin (21/11/2022) malam. (Luthfi Sobri Marzuqi)

Solopos.com, WONOGIRI – Sebuah minibus yang berpenumpang 43 orang terperosok di Gunung Pegat, Dusun Kepuh Kulon, RT 02/RW 03, Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Senin (21/11/2022) malam. Sebanyak delapan penumpang diantaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pantauan Solopos.com, Selasa (22/11/2022) pagi, minibus berplat nomor AD 1684 BG itu masih berada di lokasi kejadian. Kondisi minibus Panca Tunggal tersebut terperosok ke lahan sawah yang ditumbuhi tanaman eceng gondok. Ban belakang minibus tampak sudah aus atau halus.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Salah seorang warga Dusun Kepuh Kidul, Kasino, mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Senin. Bus yang mengangkut 43 warga asal Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi itu terperosok seusai mengantarkan para penumpang menjenguk warga di Dusun Kepuh Kidul yang baru saja melahirkan bayi.

Minibus Panca Tunggal melintasi jalan desa yang menanjak dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Kondisi jalan bercor beton itu licin dan berlumut.

Baca Juga: Tilik Bayi Berujung Petaka di Gunung Pegat Wonogiri

“Sopir sudah diingatkan warga untuk tidak melewati jalan itu. Tapi dia tetap memaksakan. Padahal selain licin, jalannya juga turun dan menanjak. Bus turun, kemudian menanjak. Saat menanjak, bus tidak kuat, bannya selip. Akhirnya nggelondor dan terperosok ke sebelah kiri, ke sawah,” kata Kasino kepada Solopos.com di lokasi kejadian, Senin pagi.

Menurut dia, minibus itu berpenumpang terlalu banyak. Kapasitas minibus itu seharusnya hanya belasan orang, namun saat itu ditumpangi sebanyak 43 orang.

“Saat melewati jalan itu, ada tujuh orang yang turun dari bus. Mereka turun karena takut bus melewati jalan tanjakan itu. Tujuh orang itu memilih menunggu di jalan raya,” kata dia.

Salah seorang warga lain, Ratno, mengungkapkan jalan tersebut memang sangat berbahaya untuk dilalui. Warga berani melintasi jalan itu saat jalan kaki dan menggunakan sepeda motor saja. Sementara mobil jarang sekali yang berani melintas.

Baca Juga: Minibus Terguling di Gunung Pegat Wonogiri, 8 Penumpang Tewas

“Sopir sudah diingatkan untuk tidak melintasi jalan itu. Tapi tetap ngeyel. Sopir sudah diarahkan melewati jalan lain, yaitu gang yang berada di sebelah selatan. Lha wong warga kalau naik mobil saja enggak berani lewat jalan sini kok,” kata Ratno.

Dia menambahkan korban banyak yang luka-loka dan beberapa meninggal di lokasi kejadian. Menurut pengamatannya, ada 10 ambulans datang untuk evakuasi korban.

“Tapi mobil ambulans datang agak lama. Jadi evakuasi korban juga agak terlambat. Mungkin karena lokasi jauh juga,” ujar dia.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dewa 19 Sihir Ribuan Penggemar, Kota Solo Luar Biasa

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.