Kronologi Kecelakaan Maut Xenia dan Truk Adu Banteng di Sragen
Truk terguling ke sawah setelah adu banteng dengan Daihatsu Xenia di jalan Sragen-Ngawi, Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Rabu (25/11/2020). (Istimewa/David Efendi)

Solopos.com, SRAGEN -- Satu orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya luka-luka akibat terjadinya kecelakaan maut antara mobil Daihatsu Xenia dan truk di ruas jalan Sragen-Ngawi, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Rabu (25/11/2020) pagi.

Korban meninggal bernama Sutimin alias M. Syarifudin Zuhri, 52, warga Dukuh Ngonto, RT 01/RW0 2, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, yang tak lain adalah sopir Xenia yang terlibat kecelakaan nahas di Sragen tersebut.

“Pengemudi kendaraan Xenia meninggal dunia di rumah sakit,” jelas Kanit Laka, Ipda Irwan Marviyanto, mewakili Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Ilham Syafiantoro Sakti, kepada Solopos.com.

Kecelakaan maut yang tepatnya terjadi di Dukuh Krujon, RT 30, Toyogo, Sambungmacan, Sragen, sekitar pukul 06.15 WIB, itu bermula ketika mobil Xenia yang dikemudikan Sutimin melaju dari arah timur menuju barat.

Sopirnya Dituduh Tabrak Lari, Pertamina Madiun Beri Pembelaan

Mobil Xenia yang membawa lima penumpang itu melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi, pengemudi diduga Xenia kurang konsentrasi sehingga laju kendaraan terlalu ke kanan.

Pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk berpelat nomor AD 1586 KU yang dikemudikan Suwarso, 51, warga Jetis Wetan, RT 03/03, Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Kecelakaan ala adu banteng antara mobil dengan truk itu pun tidak bisa terhindarkan. Kerasnya benturan membuat bagian depan mobil Xenia ringsek tidak berbentuk. Sementara truk Mitsubishi Light dengan enam penumpang terguling hingga area persawahan.

17 Orang Ditangkap KPK dalam OTT Menteri KKP Edhy Prabowo

Akibat kecelakaan itu, tubuh Sutimin sempat tergencet sedangkan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka. Tiga di antaranya kesadarannya menurun.

Warga bersama relawan PMI dan polisi berusaha mengevakuasi para korban. Namun, nyawa Sutimin tidak bisa diselamatkan.

Korban Mengalami Penurunan Kesadaran

Sutimin mengembuskan napas terakhir setelah mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala, patah tulang leher dan dada. Kondisi penumpang lain yakni Parsiyah, Rofiah, Yoga, mengalami luka lecet di sekujur tubuh.

Sementara sopir truk, Suwarso, mengalami luka lecet pada kaki kiri. Sedangkan kondisi tiga penumpang truk yakni Tukimin, Suwarno dan Yahman mengalami penurunan kesadaran.

Tukimin mengalami cedera kepala berat dan luka robek pada kaki kiri. Suwarno mengalami luka robek pada kepala, pelipis kiri dan patah tulang tungkai, sementara Yahman mengalami cedera kepala ringan.

Begini Reaksi Ketum Gerindra Prabowo Subianto Usai Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Para korban luka itu kemudian dilarikan ke Puskesmas Sambungmacan I, Puskesmas Sambungmacan II dan RSU Saras Ibnu Sina Sukowati.

“Pengemudi kendaraan Xenia diduga kurang hati-hati dan berjalan terlalu ke kanan. Kendaraan kemudian lepas kendali hingga membentur truk,” ujar Kanit Laka Ipda Irwan Marviyanto



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom